1Faultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
2Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI29262, author = {Agustin Fatmasari and Niken Nurhayati}, title = {KEDEKATAN IBU-ANAK DI ERA DIGITAL: STUDI KUALITATIF PADA ANAK USIA EMERGING ADULT}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {9}, number = {5}, year = {2020}, keywords = {emerging adult, kedekatan ibu-anak, pola asuh}, abstract = { Kedekatan merupakan salah satu prediktor keharmonisan hubungan orangtua-anak. Kemajuan teknologi komunikasi tidak dapat dipungkiri juga berpengaruh pada kedekatan ibu dengan anaknya yang menginjak usia emerging adult . Penelitian ini bertujuan untuk memahami kedekatan ibu dengan anak laki-laki dan anak perempuan di era digital. Penelitian melibatkan 6 responden yaitu 3 laki-laki dan 3 perempuan dengan rentang usia 20-24 tahun di Semarang, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui studi kualitatif fenomenologis, dengan teknik purposive sampling . Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedekatan ibu dengan anak perempuan dan anak laki-laki karena sifat ibu yang baik hati dan sabar, memahami sifat anak dan kebutuhannya, penuh perhatian, menyayangi, memberi kepercayaan, serta selalu ada untuk anak. Kekhasan ditemukan dalam kedekatan ibu dengan anak perempuan yaitu merasakan kedekatan layaknya dengan teman, sedangkan pada anak laki-laki karena pengorbanan ibu yang besar untuk keluarga. Yang menarik adalah, baik anak perempuan maupun anak laki-laki menganggap bahwa komunikasi intensif yang dibangun ibu saat bertemu langsung dan melalui media komunikasi, membuat anak merasa dekat dengan ibu. Ibu dianggap lebih banyak meluangkan waktu untuk mengajak ngobrol, berbagi cerita, serta memberikan nasehat. Komunikasi secara langsung tetap lebih disukai dibandingkan melalui media komunikasi. }, issn = {2829-1859}, pages = {384--397} doi = {10.14710/empati.2020.29262}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/29262} }
Refworks Citation Data :
Kedekatan merupakan salah satu prediktor keharmonisan hubungan orangtua-anak. Kemajuan teknologi komunikasi tidak dapat dipungkiri juga berpengaruh pada kedekatan ibu dengan anaknya yang menginjak usia emerging adult. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kedekatan ibu dengan anak laki-laki dan anak perempuan di era digital. Penelitian melibatkan 6 responden yaitu 3 laki-laki dan 3 perempuan dengan rentang usia 20-24 tahun di Semarang, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui studi kualitatif fenomenologis, dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedekatan ibu dengan anak perempuan dan anak laki-laki karena sifat ibu yang baik hati dan sabar, memahami sifat anak dan kebutuhannya, penuh perhatian, menyayangi, memberi kepercayaan, serta selalu ada untuk anak. Kekhasan ditemukan dalam kedekatan ibu dengan anak perempuan yaitu merasakan kedekatan layaknya dengan teman, sedangkan pada anak laki-laki karena pengorbanan ibu yang besar untuk keluarga. Yang menarik adalah, baik anak perempuan maupun anak laki-laki menganggap bahwa komunikasi intensif yang dibangun ibu saat bertemu langsung dan melalui media komunikasi, membuat anak merasa dekat dengan ibu. Ibu dianggap lebih banyak meluangkan waktu untuk mengajak ngobrol, berbagi cerita, serta memberikan nasehat. Komunikasi secara langsung tetap lebih disukai dibandingkan melalui media komunikasi.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University