skip to main content

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL GURU DI SLB NEGERI SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Tuntutan kerja dan tanggungjawab yang berat pada guru sekolah luar biasa menyebabkan perilaku prososial guru menjadi rendah karena guru merasa stress dan tertekan. Perilaku prososial merujuk pada tindakan sukarela yang bertujuan untuk menolong atau memberikan keuntungan kepada seseorang ataupun kelompok, karena benar-benar bersimpati dengan orang yang ditolong. Perilaku prososial dipengaruhi oleh mood atau suasana hati, yang mana untuk mengelola suasana hati dibutuhkan strategi regulasi emosi. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk mengelola emosi yang berguna untuk memantau, menilai, dan mengubah respons dari emosi yang dialami untuk tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial guru di SLB Negeri Semarang. Populasi penelitian ini yaitu guru di SLB Negeri Semarang dengan jumlah sampel penelitian 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi (26 aitem valid, α = 0,934) dan Skala Perilaku Prososial (35 aitem valid, α = 0,947). Hasil analisis non parametrik Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,814, nilai signifikansi = 0,000 (p < 0,5). Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin baik perilaku prososialnya dan semakin rendah regulasi emosi maka semakin rendah pula perilaku prososialnya. 

Fulltext View|Download
Keywords: guru, perilaku prososial, regulasi emosi

Article Metrics:

  1. Aknin, L. B., Vondervoort, J. W. V. D., & Hamlin, J. K. (2018). Positive feelings reward and promote prosocial behavior. Current Opinion in Psychology, 20, 55–59. Doi: 10.1016/j.copsyc.2017.08.017
  2. Ariani, M., & Kristiana, I. F. (2017). Hubungan antara regulasi emosi dengan organizational citizenship behavior pada perawat RSUD HJ. Anna Lesmanah Banjarnegara. Empati, 6(1), 270–275
  3. Coghlan, A. (2015). Prosocial behaviour in volunteer tourism. Annals of Tourism Research, 55, 46–60. Doi: 10.1016/j.annals.2015.08.002
  4. Dayakisni, T. & Hudaniah. (2003). Psikologi sosial. Malang: UMM Press
  5. Eisenberg, N. (2000). Emotional, regulation, dan moral development. Annual Review Psychology, 5(1), 665–697. Doi: 10.1146/annurev.psych.51.1.665
  6. Farhaya, T. P., & Wahyudi, H. (2015). Studi deskriptif mengenai perilaku prososial pada guru di Sekolah Dasar Negeri Putraco Indah Bandung. Prosiding Psikologi, 1(2), 58-66
  7. Ghani, M. Z., Ahmad, A. C., & Ibrahim, S. (2014). Stress among special education teachers in Malaysia. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 114, 4–13. Doi: 10.1016/j.sbspro.2013.12.648
  8. Istiqomah, D. P. (2015). Dinamika empati guru anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDLB Putra Jaya Malang. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang
  9. Jennings, P. A., & Greenberg, M. T. (2009). The prosocial classroom: teacher social and emotional competence in relation to student and classroom outcomes. Review of Educational Research, 79(1), 491–525. Doi: 10.3102/0034654308325693
  10. Jiang, J., Vauras, M., Volet, S., & Wang, Y. (2016). Teachers’ emotions and emotion regulation strategies: Self and students’ perceptions. Teaching and Teacher Education, 54, 22–31. Doi: 10.1016/j.tate.2015.11.008
  11. Khoiriyah, D., & Khaerani, N. M. (2015). Peran emosi positif pada guru SLB tunagrahita. Psikologika, 20(1), 7–26
  12. Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus: Jilid kesatu. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3)
  13. Meilani, V. (2018). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada perawat RSUD Dr. Moewardi. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
  14. Muryadi, & Matulessy, A. (2012). Religiusitas, kecerdasan emosi, dan perilaku prososial guru. Jurnal Psikologi, 7(2), 544–561
  15. Putri, D. W. L. (2013). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada perawat Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Empathy, 2(1), 1-15
  16. Restina, A. Z., & Mardiawan, O. (2017). Studi deskriptif mengenai regulasi emosi pada guru di SLB ABCD X Kota Bandung. Prosiding Psikologi, 3(4), 48–52
  17. Sarwono, S. W. & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika
  18. Silfiyah, K., Suroso, & Rini, A. P. (2019). Hubungan antara religiusitas dan regulasi emosi dengan perilaku prososial pada remaja di SMK Ketintang Surabaya. At-Tuhfah : Jurnal Keislaman, 8(2), 26–38
  19. Taxer, J. L., & Gross, J. J. (2018). Emotion regulation in teachers : The “ why ” and “how”. Teaching and Teacher Education, 74, 180–189. Doi: 10.1016/j.tate.2018.05.008
  20. Widaningsih, N. I., & Eko, I. (2015). Hubungan antara empati dengan kecenderungan perilaku prososial perawat di Rumah Sakit Tk III 04.06.03 Dr. Soetarto Yogyakarta. Jurnal Spirit, 6(1), 1–6
  21. Widiastuti, R., Sulistiani, P., & Kurniawan, V. R. B. (2017). Analisis beban kerja mental guru untuk perbaikan sistem pembelajaran Sekolah Luar Biasa (SLB) kategori B (Studi kasus SLB-B Karnnamanohara Yogyakarta). IEJST (Industrial Engineering Journal of The University of Sarjanawiyata Tamansiswa, 1(1), 17–26
  22. Yusroni, I. (2012). Perilaku prososial pada guru sekolah luar biasa. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.