skip to main content

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEBAHAGIAAN PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Setiap individu ingin bahagia, meskipun ia seorang narapidana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kebahagiaan pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. 254 narapidana digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini yang diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial keluarga (43 aitem, α=0,947) dan skala kebahagiaan (24 aitem, α=0,854). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan koefisien korelasi=0,683 (p<0,05) dengan sumbangan efektif 46,6%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan kebahagiaan pada narapidana di Lapas Kelas I Semarang. Semakin tinggi dukungan sosial keluarga, maka semakin tinggi kebahagiaan narapidana. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat kebahagiaan narapidana jika ditinjau berdasarkan faktor usia dan status pernikahan.Namun, tidak ada perbedaan tingkat kebahagiaan narapidana jika ditinjau berdasarkan faktor pendidikan.

 

Fulltext View|Download
Keywords: dukungan sosial, kebahagiaan, narapidana

Article Metrics:

  1. Azhima, D. D., & Indrawati, E. S. (2018). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan subjective well being pada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan X. Jurnal Empati, 7(2), 308-313
  2. Baron, R. A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial 10th ed. Jakarta: Erlangga
  3. Desiningrum, D. R. (2010). Family’s social support and psychological well-being of the elderly in Tembalang. Anima Indonesian Psychological Journal, 26(1), 61-68
  4. Diener, Ed. (2007). Culture and well-being: the collected works of ed diener. New York: Springer
  5. King, K. A., Vidourek, R. A., Merianos, A. L., & Singh, M. (2014). A study of stress, social support, and perceived happiness among college students. The Journal of Happiness & Well-Being, 2(2), 132-144
  6. Kurniasari, A., & Indrawati, E. S. (2013). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan disiplin berlalu lintas pada remaja kelas XI SMA Negeri 3 Semarang. Jurnal Empati, 2(3), 277-288
  7. Lewi, N. & Sudarji, S. (2015). Faktor-faktor pendukung kebahagiaan pada empat narapidana wanita di Lapas Wanita kelas II A Tangerang. Psibernetika, 8(2), 118-137
  8. Maharani, D. (2015). Tingkat kebahagiaan pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta
  9. Nurhidayati, N., & Nurdibyanandaru, D. (2014). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan self esteem pada penyalahguna narkoba yang direhabilitasi. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(3), 52-59
  10. Pratiwi, I. K., Rachmawati, S., & Puspitasari, D. N. (2017). Psychology for daily life. Jakarta: Rajawali Pers
  11. Oktavianey, N. (2016). Perbedaan tingkat kebahagiaan ditinjau dari status pendidikan remaja di daerah pertambangan Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Skripsi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
  12. Ramadhani, Y. (2017). Benarkah krisis kebahagiaan terjadi pada usia 35? Tirto.id
  13. Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know theyself and become what you are: A eudaimonic approach to psychological well being. Journal of Happiness Studies, 9, 13-39
  14. Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: biopsychosocial interactions 7th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc
  15. Seligman, M. (2005). Authentic happiness: using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. New York: Free Press
  16. Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: a visionary new understanding of happiness and well-being. New York: Free Press
  17. Sihombing, Y. A. (2016). Hubungan dukungan sosial dengan kebahagiaan pada lanjut usia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Medan Binjai. Skripsi. Universitas Medan Area
  18. Suttajit, S., Punpuing, S., Jirapramukpitak, T., Tangchonlatip, K., Darawuttimaprakorn, N., Stewart, R., Dewey, M. E., Prince, M., & Abas, A. (2010). Impairment, disability, social support and depression among older parents in rural Thailand. Psychological Medicine, 40, 1711-1721
  19. Taylor, S. E. (2012). Health psychology 9th ed. New York: McGraw-Hill Education
  20. Tuzzahra, F., &Handadari, W. (2013). Hubungan antara acceptance of disability dengan kebahagiaan otentik pada penyandang disabilitas komunitas disable motorcycle indonesia (dmi). Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1), 15-21

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.