skip to main content

PENGALAMAN MENJALANI KARIER SEBAGAI SENIMAN LUKIS: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memahami pengalaman dalam menjalani karier sebagai seniman lukis. Pengalaman dalam menjalani karier meliputi pengambilan keputusan karier serta perkembangan karier subjek. Seniman lukis adalah seseorang yang mampu menciptakan, mengerjakan dan menggelar karya berbentuk lukisan. Pengambilan keputusan karier adalah sebuah proses identifikasi permasalahan dengan berbagai kombinasi pengetahuan dan strategi oleh seseorang dalam membuat pilihan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis data Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA) dan pemilihan subjek menggunakan tehnik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang seniman lukis autodidak dan telah menjalani profesi sebagai seorang pelukis selama lebih dari lima tahun. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa dorongan untuk menciptakan karya seni, stres kerja, konflik di tempat kerja dan kegagalan mengelola usaha menjadi penyebab subjek untuk beralih profesi. Ketiga subjek tetap memutuskan menjalani karier sebagai seniman lukis meski tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya. Ketiga subjek mengalami flow, yaitu sebuah sensasi pengalaman puncak yang dialami ketika seseorang sedang melakukan aktivitas tertentu. Flow adalah keadaan ketika seseorang dapat melakukan efisiensi kognitif dan merasakan kenikmatan intrinsik hingga dirinya merasa menyatu dengan aktivitas yang sedang dilakukannya. Seiring dengan perkembangan kariernya, para subjek merasakan kepuasan dalam menjalani karier sebagai seniman lukis.

Fulltext View|Download
Keywords: karier; seniman lukis; pelukis; pengambilan keputusan karier

Article Metrics:

  1. Alper, N. O.& Wassall, G. H. (2006). Handbook of the economics of art and culture, 1. doi: 10.1016/s1574-0676(06)01023-4
  2. Amundson, N. E., Bowlsbey, J. H., & Niles, S. G. (2016). Elemen elemen penting dalam konseling karier: Berbagai proses dan teknik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  3. Bille, T. dkk. (2013). Happiness in the arts-international evidence on artists’ job satisfaction. Economics Letters, 121(1). 15-18.doi: 10.1016/jconlet.2013.06.016
  4. Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya (Edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Grup
  5. Chemi T. (2016). The experience of flow in artistic creation. Flow Experience. 37-50. doi: 10.1007/978-3-319-28634-1_3
  6. Cintakawati, A., & Masykur, A. (2014). Resiliensi pada wirausahawan penyintas gempa bumi 27 mei 2006 di kecamatan wedi kabupaten klaten. Empati, 2 (3), 213- 222. Diakses dari: https://ejournal3.undip.ac.id/
  7. Dariyo, A. (2008). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: PT Grasindo
  8. Darolia, R. (2014). Working (and studying) day and night: heterogeneous effects of working on the academic performance of full-time and part-time students. Economics of Education Review, 38. doi: 10.1016/j.econedurev.2013.10.004
  9. Damajanti, I. (2013). Psikologi seni. Bandung: PT Kiblat Buku Utama
  10. Guranda, M. (2014) The importance of adults's personality traits and professional interest in career decision making. Procedia, 136. doi: 10.1016/j.sbspro.2014.05.368
  11. Hasanah, A. (2012). Pengembangan profesi guru. Bandung: Pustaka Setia
  12. Intani, F. S., & Surjaningrum, E. R. (2010). Coping strategi padamahasiswa salah jurusan. Insan, 12(2). Diakses dari: http://journal.unair.ac.id/
  13. Irawan, E, N. (2015). Pemikiran tooh-tokoh psikologi: Dari klasik sampai modern. Yogyakarta: Iriscod
  14. Krismanto, K. (2015). Tantangan pendidikan seni rupa dan desain Indonesia. Zenit, 2, 131–136. Diakses dari : http://majour.maranatha.edu
  15. La Kahija, Y, F. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Yogyakarta: Kanisius
  16. Moneta, G. B. (2004). The flow experience across cultures. Journal of Happiness Studies, 5, 115–121. Kluwer Academic Publishers. doi: 10.1023/B:JOHS.0000035913.65762.b5
  17. Nyamwange, J. (2016). Influence of student’s interest on career choice among first year university students in public and private universities in kisii country, kenya. Journal of Education and Practice, 7(4)
  18. Patton, W., McMahon, M. (2001). Career development programs: preparation for lifelong career decision making. Acer Press
  19. Pretirose, G. (2018). Pengaruh konflik hubungan, keinginan berpindah karyawan, dan kinerja karyawan rumah sakit umum gladish medical center. Diakses dari : https://dspace.uii.ac.id/
  20. Pujileksono, S. (2016). Pengantar antropologi memahami realitas sosial budaya. Malang: Intrans Publishing
  21. Robbins, S. & Coulter, M. (2009). Manajemen (Edisi kedelapan). Jakarta: Indeks
  22. Sahari, S. H. (2012). Environmental stres among part time students in sarawak. Procedia - social and behavioral sciences, 36: 96-102. doi: 10.1016/j.sbspro.2012.03.011
  23. Santrock, J. W.(2014). Adolescence: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga
  24. Sawyer, K. R. (2006). Explaining creativity: the science of human innovation. New York : Oxford University Press
  25. Shokiyah, N. N. (2014). Analisis hubungan antara kegiatan melukis dengan kebutuhan psikologis pada remaja.Gelar jurnal seni budaya, 12(1).Diakses dari: https://jurnal.isi-ska.ac.id/
  26. Smith, J. A. (2014). Psikologi kualitatif panduan praktis metode riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  27. Suryana, J. (2015). Tinjauan seni rupa. Yogyakarta: Graha Ilmu
  28. Susanto, M. (2002). Diksi rupa kumpulan istilah seni rupa. Yogyakarta: Kanisius
  29. Thomson, P. & Jaque, V. (2017). Careers in the performing arts. Creativity And The Performing Artist-Behind The Mask. doi: 10.1016/B978-0-12-804051-5.00018-4
  30. Wibowo,I. G. P., dkk. (2015). Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasional karyawan. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Diakses dari: https://media.neliti.com
  31. Zhang, Y. C., (2018). Career-specific parenting practices and career decision-making self-efficacy among chinese adolescents: the interactive effects of parenting practices and the mediating role of autonomy. Front psychology. 10. doi: 10.3389/fpsyg.2019.00363

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.