skip to main content

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA REMAJA PENYANDANG DISABILITAS DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Kematangan karir sangat erat kaitannya dengan remaja, karena pada masa ini remaja dituntut untuk dapat membuat pilihan karir secara matang. Pada remaja penyandang disabilitas daksa membuat pilihan karir secara matang bukanlah suatu yang mudah, perlu adanya kemampuan untuk bertahan dalam kondisi kecacatan tersebut atau resiliensi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 61 subjek dengan sampel penelitian sejumlah 31 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non probabilitas purposive sampling. Alat ukur yang digunakan skala resiliensi (32 aitem, α= 0.939) dan kematangan karir (47 aitem, α= 0.951). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dengan kematangan karir pada remaja penyandang disabilitas daksa. Hasil tersebut memiliki koefisien korelasi sebesar 0.660 dengan nilai signifikansi 0.000 (p>0.05). Resiliensi memberikan sumbangan efektif sebesar 0.436 atau sebesar 43.6 % terhadap kematangan karir remaja penyandang disabilitas daksa.

Fulltext View|Download
Keywords: Resiliensi; Kematangan Karir; Remaja; disabilitas daksa

Article Metrics:

  1. Bilqis. (2014). Lebih dekat dengan anak tunadaksa. Yogyakarta: Diandra Kreatif
  2. Brown & Lent. (2005). Career development and counseling: putting theory and research toward. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc
  3. Hurlock, E.B. (2007). Psikologi perkembangan: suatu perkembangan sepanjang
  4. rentang kehidupan. Jakarta. Penerbit Erlangga
  5. Kamil, B., & Daniati. (2016). Layanan informasi karir dalam meningkatkan kematangan karir pada peserta didik kelas X di sekolah Madrasah Aliyah Qudsiyah Kotabumi Lampung Utara. Jurnal bimbingan dan konseling, 3 (2)
  6. MacDermid., Shelly., M., Samper., Rita., Schwarz, R., Nishida, J., & Nyaronga, D. (2008). Understanding and promoting resilience in military families. West Lafayetter: Military Family Researc Institue at Purdue University
  7. Manrihu, M.T. (2002) Pengantar bimbingan dan konseling karier. Jakarta: Bumi Aksara
  8. Pelling, M. (2011). Adaptation to climate change from resilience to transformation. London and New York. Routledge
  9. Pratiwi, I & Hartosujono. (2014). Resiliensi pada penyandang tuna daksa non bawaan. Jurnal Spirits, 5 (1)
  10. Putri, S, O., Lubis, Z & Munir, A. (2013). Hubungan efikasi diri dan optimisme dengan kematangan karir siswa SMA Chairul Tanjung Foundation. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Medan Area
  11. Rahmalia, A & Frieda. (2015). Self esteem dan optimisme raih kesuksesan karir pada fresh graduate fakultas teknik Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 4(4), 15-19
  12. Ramadhani, F., Machmuroh & Karyanta, N, A. (2014). Hubungan antara resiliensi dan kepercayaan diri dengan motivasi berprestasi pada penyandang cacat tubuh di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrawija, 3 (2)
  13. Santrock, J. W. (2007). Remaja. Edisi kesebelas. jilid 1. Jakarta: Erlangga
  14. Setyawati, M. (2017). Daya juang menghadapi diskriminasi kerja pada penyandang tunadaksa. Psikoborneo, 5 (1), 56-67
  15. Sharf, R, S. (2010). Applying career development theory to counseling. USA: Cengage Learning
  16. Somantri. T. S. (2006). Psikologi anak luar biasa, Bandung: Rafika Aditama
  17. Steinhard, M., & Dolbier, C. (2008). Evaluation of a resilience intervention to enhance coping strategies and protective factors and decrease symptology. Journal of American Collage Healths, 56 (4), 214-225
  18. Winkel, W, S., & Hastuti, S. (2006). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.