Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI21841, author = {Amin Rusfandi and Achmad Masykur}, title = {“Pengambilan Keputusan Kaum Sarungan dalam Pilkada 2018” (Interpretative Phenomenological Analysis pada Santri di Kabupaten Pamekasan)}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {7}, number = {3}, year = {2020}, keywords = {kaum sarungan; santri; pengambilan keputusan}, abstract = { Pilkada merupakan agenda yang diadakan tiap 5 tahun sekali di daerah provinsi dan kota atau kabupaten. Seluruh masyarakat tak terkecuali kaum sarungan atau santri yang telah memiliki kartu tanda penduduk berhak memilih calon yang ideal untuk memimpin. Fenomena yang menarik ketika pilkada banyak calon berlomba-lomba menarik perhatian dari pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika psikologi kaum sarungan atau santri dalam menghadapi pilkada 2018 di Kabupaten Pamekasan. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang dengan karakteristik sudah berusia 17 dan sudah belajar di pondok pesantren minimal 3 tahun. Dalam penentuan subjek digunakan teknik purposive atau teknik yang sudah menentukan subjek yang akan dipilih (Sugiyono, 2014). Interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan sebagai teknik dalam menganalisis hasil data yang diperoleh berdasarkan wawancara semi-terstuktur. Hasilnya dari empat subjek, tiga diantaranya mengambil keputusan pilihannya berdasarkan pandangan kiai. Hal ini tidak bisa dilepaskan oleh keyakinan akan pilihan kiai. Salah satu subjek memilih berdasarkan penilaiannya sendiri. Faktor aktif mengikuti kegiatan kajian di dalam pondok pesantren menyebabkan santri memiliki kemandiran dalam memilih calon pemimpin. }, issn = {2829-1859}, pages = {955--966} doi = {10.14710/empati.2018.21841}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21841} }
Refworks Citation Data :
Pilkada merupakan agenda yang diadakan tiap 5 tahun sekali di daerah provinsi dan kota atau kabupaten. Seluruh masyarakat tak terkecuali kaum sarungan atau santri yang telah memiliki kartu tanda penduduk berhak memilih calon yang ideal untuk memimpin. Fenomena yang menarik ketika pilkada banyak calon berlomba-lomba menarik perhatian dari pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika psikologi kaum sarungan atau santri dalam menghadapi pilkada 2018 di Kabupaten Pamekasan. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang dengan karakteristik sudah berusia 17 dan sudah belajar di pondok pesantren minimal 3 tahun. Dalam penentuan subjek digunakan teknik purposive atau teknik yang sudah menentukan subjek yang akan dipilih (Sugiyono, 2014). Interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan sebagai teknik dalam menganalisis hasil data yang diperoleh berdasarkan wawancara semi-terstuktur. Hasilnya dari empat subjek, tiga diantaranya mengambil keputusan pilihannya berdasarkan pandangan kiai. Hal ini tidak bisa dilepaskan oleh keyakinan akan pilihan kiai. Salah satu subjek memilih berdasarkan penilaiannya sendiri. Faktor aktif mengikuti kegiatan kajian di dalam pondok pesantren menyebabkan santri memiliki kemandiran dalam memilih calon pemimpin.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University