skip to main content

“Pengambilan Keputusan Kaum Sarungan dalam Pilkada 2018” (Interpretative Phenomenological Analysis pada Santri di Kabupaten Pamekasan)

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 24 Sep 2018; Published: 27 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Pilkada merupakan agenda yang diadakan tiap 5 tahun sekali di daerah provinsi dan kota atau kabupaten. Seluruh masyarakat tak terkecuali kaum sarungan atau santri yang telah memiliki kartu tanda penduduk berhak memilih calon yang ideal untuk memimpin. Fenomena yang menarik ketika pilkada banyak calon berlomba-lomba menarik perhatian dari pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika  psikologi kaum sarungan atau santri dalam menghadapi pilkada 2018 di Kabupaten Pamekasan. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang dengan karakteristik sudah berusia 17 dan sudah belajar di pondok pesantren minimal 3 tahun. Dalam penentuan subjek digunakan teknik purposive atau teknik yang sudah menentukan subjek yang akan dipilih (Sugiyono, 2014). Interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan sebagai teknik dalam menganalisis hasil data yang diperoleh berdasarkan wawancara semi-terstuktur.  Hasilnya dari empat subjek, tiga diantaranya mengambil keputusan pilihannya berdasarkan pandangan kiai. Hal ini tidak bisa dilepaskan oleh keyakinan akan pilihan kiai. Salah satu subjek memilih berdasarkan penilaiannya sendiri. Faktor aktif mengikuti kegiatan kajian di dalam pondok pesantren menyebabkan santri memiliki kemandiran dalam memilih calon pemimpin.

Fulltext
Keywords: kaum sarungan; santri; pengambilan keputusan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.