skip to main content

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN KONFLIK PERAN GANDA PADA PERAWAT WANITA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 17 Sep 2018; Published: 30 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Konflik peran ganda adalah konfik yang dialami oleh ibu yang memiliki peran ganda antara mengurus rumah tangga dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetehaui hubungan antara dukungan sosial suami dengan konflik peran ganda pada perawat wanita. Populasi penilitan ini adalah perawat wanita, dengan jumlah subjek 68 perawat yang dipilih dengan teknik purpossive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala psikologi model likert yang terdiri dari skala dukungan sosial suami (36 aitem, α = 0,944) dan skala konflik peran ganda (37 aitem, α = 0,960). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan negatif antara dukungan sosial suami dengan konflik peran ganda pada perawat wanita dengan koefisien korelasi -0,532 dengan p = 0,000. Nilai koefisien korelasi menujukkan hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial suami maka semakin rendah konflik peran ganda perawat wanita. Nilai koefidien determinasi sebesar 0,283, artinya dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif sebesar 28,3% pada konflik peran ganda.

Fulltext View|Download
Keywords: dukungan sosial suami, konflik peran ganda, perawat wanita

Article Metrics:

  1. Almasitoh, U. H. (2010). Stres kerja ditinjau dari konflik peran ganda dan dukungan sosial. Jurnal Psikologi Islam, 8 (1) , 63-82
  2. Alteza, M,. & Hidayati, L.N. (2009). Work-family conflict pada wanita bekerja: studi tentang penyebab, dampak dan strategi coping. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
  3. Aycan, Z., & Eskin, M. (2005). Relatives contributions of childcare, spousal support and organizational support in reducing work-family conflict for men and women: The case of Turkey. Sex Roles, 53 (7,8) , 453-471
  4. Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial, edisi kesepuluh jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga
  5. Bellavia, G.M., & Frone, M.R. (2005). Work-Family Conflict. In E. &. J. Barling, Handbook of work stress (pp. pp.113-148). Thousand Oaks, California: Sage Publication, Inc
  6. BPS. (2012). Statistik Indonesia 2012. Jakarta: BPS
  7. Dhamayantie, E. (2014). Peranan dukungan sosial pada interaksi positif pekerjaan-keluarga dan kepuasan hidup. Jurnal Ekonomi dan Keuangan
  8. Greenhaus, J. H., Ziegert, J. C., & Allen, T. D. (2012). When family-supportive supervision matters: relation between multiple sources of support and work-family balance. Journal of Vocational Behavior , 266-275
  9. Hill, E. J., Yang,C ., Hawkins, A. J., & Ferris, M. (2004). A cross- cultural test of the work-family interfae in 48 countries. Journal of Marriage and the Family, 66 (5) , 1300-1316
  10. Metea, M., Ünalb, O. F., & Bilenc, A. (2014). Impact of work-family onflict and burnout on performance of accounting professionals . Procedia - Social and Behavioral Sciences, 131 , 264 – 270
  11. Rehman, R. R., & Waheed, A. (2012). Work-family conflict and organizational commitment: study of faculty members in Pakistani Universities. Pakistan Journal of Social and Clinical Psychology, 10 (1) , 23-26
  12. Robbins, S. P., & Judge, T.A. (2014). Perilaku organisasi. Jakarta: Salemba Humanika
  13. Rochmanadji, W. (2009). Being a great and sustainable hospital: beberapa pitfall manajemen yang harus diwaspadai. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  14. Rustiana, E. (2006). Dukungan sosial dan pengaruhnya bagi kesehatan. Jurnal KESMAS, Vol. 1, No. 1
  15. Santrock, J. (2012). Life - span development: perkembangan masa hidup edisi ketigabelas, jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga
  16. Sarafino, E.P & Tiomothy, W.S. (2011). Health psychology biopshychosoial interactions, seventh edition. United States of America: John Wiley & Sons, Inc
  17. Schabracq, M. J., Winnubust, J. A. M., & Cooper, C. L. (2003). The handbook work and health psychology second edition. Chichester: John Wiley & Sons Ltd
  18. Soeharto, T. N. (2010). Konflik pekerjaan-keluarga dengan kepuasan kerja: metaanalisis. Jurnal Psikologi , 37 (1), 189-194
  19. Srivastava, S. (2007). Women in workforce: Work and family conflict. Management and labour studies, 32 (4) , 411-421
  20. Steve M. Jex, & Thomas W. Britt. (2008). Organizational psychology practicioner approach. New Jersey: Jon & Wiley, Inc
  21. Thomas, JC., & Hersen, M. (2002). Handbook of mental health in the workplace. London: Sage Publication. Diunduh dari http://bookzz.org/book/2382996/bcd219

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.