skip to main content

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN INTENSI PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 28 Mar 2018; Published: 26 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Intensi perilaku seksual pranikah remaja adalah kecenderungan remaja untuk melakukan tindakan yang didorong oleh hasrat seksual sebelum adanya hubungan resmi sebagai suami dan istri. Ayah memiliki peran penting terhadap perilaku remaja. Salah satunya adalah perilaku seksual pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan intensi perilaku seksual pranikah. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA Mardisiswa Semarang. Populasi penelitian berjumlah 337 siswa, dengan subjek penelitian sebanyak 177 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Persepsi terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan (20 aitem, α = 0,902) dan Skala Intensi Perilaku Seksual Pranikah (43 aitem, α = 0,973). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan intensi perilaku seksual pranikah ( = -0,315; p = 0,000, p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan maka semakin rendah intensi perilaku seksual pranikah yang dimiliki subjek. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan, maka semakin tinggi intensi perilaku seksual pranikah yang dimiliki siswa. Persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan sumbangan efektif terhadap intensi perilaku seksual pranikah sebesar 10% dan 90% lainnya dijelaskan oleh faktor lain.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: persepsi; keterlibatan ayah; intensi; perilaku seksual; remaja

Article Metrics:

  1. Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality, and behavior. New York: Open University Press
  2. Allen, S., & Daly, K. (2007). The effects of father involvement: An updated research summary of the evidence. Guelph: University of Guelph
  3. Andayani, B., & Koentjoro. (2014). Peran ayah menuju coparenting. Sidoarjo: Laros
  4. Blocker, D. J. (2014). Father influence on adolescent sexual debut. Master’s Thesis. Brigham Young University, Provo
  5. Buhi, E. R., & Goodson, P. (2007). Predictors of adolescent sexual behavior and intention: A theory-guided systematic review. Journal of Adolescent Health, 40(2007), 4-21. doi: 10.1016/j.jadohealth.2006.09.027
  6. Dagun, S. M. (2002). Psikologi keluarga. Jakarta: PT Rineka Cipta
  7. Freedheim, D. K., & Weiner, I. B. (2003). Handbook of psychology: History of psychology volume 1. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc
  8. Guilamo-Ramos, V., Bouris A., Lee, J., McCarthy, K., Michale, S. L., Pitt-Barnes, S., & Dittus, P. (2012). Pediatrics, 130(5), 1313-1325. doi: 10.1542/peds.2011-2066
  9. Kusumastuti, F. A. D. (2010). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap seksual pranikah remaja. Karya Tulis Ilmiah. Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  10. Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development fifth edition. New Jersey: John Wiley & Sons
  11. Mancini, L. (2010). Father absence and its effects on daughters. Diunduh dari http://library.wcsu.edu/dspace/bitstream/0/527/1/Final+Thesis.pdf
  12. Moore, S., & Rosenthal, D. (2007). Sexuality in adolescence current trends. New York: Routledge
  13. Papalia, D. E, Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development: Perkembangan manusia (10th ed., Vol. 2). Jakarta: Salemba Humanika
  14. PKBI Jawa Tengah. (2015). Kehamilan tidak dikehendaki pada remaja, lantas bagaimana?. Diunduh dari http://pkbijateng.or.id/tag/ktd/
  15. PKBI Jawa Tengah. (2015). Tingginya kehamilan remaja tuntut PKBI Jateng susun program kerja 2015-2018. Diunduh dari http://pkbijateng.or.id/tag/ktd/
  16. Prabowo, A. (2016). Perilaku seks remaja mengkhawatirkan. Diunduh dari http://koran-sindo.com/page/news/2016-11-10/5/34/Perilaku_Seks_Remaja_Mengkhawatirkan
  17. Ryan, J., Roman, N. V., & Okwany, A. (2015). The effects of parental monitoring and communication on adolescent substance use and risky sexual activity: A systematic review. The Open Family Studies Journal, 7, 12-27
  18. Santrock, J. W. (2012). Life-span development: Perkembangan masa-hidup edisi ketigabelas volume 1. Jakarta: Erlangga
  19. Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2014). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika
  20. Sarwono, S.W . (2012). Psikologi remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  21. Setyawati, & Rahardjo, P. (2015). Keterlibatan ayah serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengasuhan seksualitas sebagai upaya pencegahan perilaku seks pranikah remaja di Purwokerto. Seminar Nasional: Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 216-223
  22. Sieverding, J. A., Adler, N., Witt, S., & Ellen, J. (2005). The influence of parental monitoring on adolescent sexual initiation. Arch Pediatr Adolesc Med, 159, 724-729
  23. Supriati, E., & Fikawati, S. (2009). Efek paparan pornografi pada remaja SMP negeri kota Pontianak tahun 2008. Makara, 13(1), 48-56
  24. Zuhairah & Tatar, F. M. (2017). Hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kenakalan remaja di kota Banda Aceh. Jurnal Pencerahan, 11(1), 46-52

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.