skip to main content

HUBUNGAN ANTARA PERSON-ORGANIZATION FIT (P-O FIT) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB) PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS BINA MARGA DAN PENATAAN RUANG PROVINSI JAWA BARAT

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 28 Mar 2018; Published: 26 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Subjective well-being (SWB) adalah penilaian individu terhadap kehidupan yang dilakukannya secara kognitif dan afektif berdasarkan kepuasan hidup dan pegalaman emosi yang merujuk pada makna kesejahteraan bagi individu. Person-organization fit (P-O Fit) adalah kesesuaian antara nilai, tujuan, kebutuhan, dan kepribadian individu dengan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara P-O Fit dengan SWB pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian ini adalah 78 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai PNS dengan masa kerja minimal satu tahun dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala SWB (40 aitem; α=0,924) dan skala P-O Fit (34 aitem; α=0,900) yang telah diujicobakan sebelumnya. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukan koefisien korelasi rxy = 0, 768 dan p = 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara P-O Fit dengan SWB. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis peneliti dapat diterima dengan penjelasan bahwa semakin tinggi P-O Fit maka akan semakin tinggi juga SWB dan begitupun sebaliknya. P-O Fit memberikan sumbangan efektif sebesar 59% terhadap SWB dan sisanya sebesar 41% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

 

Fulltext View|Download
Keywords: subjective well-being (SWB); person-organization fit (P-O Fit); pegawai negeri sipil (PNS)

Article Metrics:

  1. Biswas-Diener, R. (2009), Personal coaching as a positive intervention. Journal of Clinical Psychology, 65, 544–553. Doi: 10.1002/jclp.20589
  2. Boehm, J. K., & Lyubomirsky, S. (2008). Does happiness lead to career success?. Journal of Career Assessment, 16, 101-116. Diunduh dari: http://jca.sagepub.com/cgi/content/abstract/16/1/101
  3. Budiyanto, M.N. (2001). Profil Pegawai Negeri Sipil Menuju Indonesia Baru. Jurnal Studi Indonesia. 8(1). Diunduh dari www.library.ohiou.edu
  4. Carr, A. (2004). Positive psychology: The science of happiness and human strengths. New York: Brunner-Routledge
  5. Colin, Silverthorne. (2004). The impact of organizational culture and person-organization fit on organizational commitment and job satisfaction in Taiwan. Leadership dan Organizationa Development Journal, 25, (7), 592-599. Doi :10.1108/01437730410561477
  6. Diener, E. (2009). The Science of Subjective Well-Being: The collected works of Ed Diener. Illinois : Springer
  7. Diener, E, Lucas, Richard. E., & Oishi, Shigero. (2005). Subjective Well-Being: The science of happiness and life satisfaction: Handbook of positive psychology (67-73). New York: Oxford University Press
  8. Eid, M., & Larsen, R.J. (2008). The science of Subjective Well-Being. New York : Guilford Press
  9. Eddington, N., & Shuman, R. (2005). Subjective well being (Happiness). Continuing psychology education: 6 Continuing education hours. http://www.texcpe.com/cpe/PDF/ca-happiness.pdf
  10. Edward, J.R. (2008). Person–environment fit in organizations: An assessment of theoretical progress: The Academy of Management Annal, 2 (1), 167-230
  11. Iplik, F.N., Kilic, K.C., & Yalcin, A. (2010). The simultaneous effect of person-organization fit and person-job fit on Turkish hotel managers. International journal of contemporary hospitalitymanagement, 23, (5), 644-661. Doi: 10.1108/09596111111143386
  12. Keyes, C.,L.,M. (2006). Subjective Well-Being in mental health and human development research worldwide: An introduction. Social Indicator Research, 77, (1), 1-10. Doi: 10.1007/s11205-005-5550-3
  13. Kim, S. (2012). Does person-organization fit matter in the public sector? Testing the mediating effect of person-organization fit in the relationship between public service motivation and work attitudes. Journal of Public Administration Research and Theory. Doi: 10.111/j.1540-6210.2012.02572.x
  14. Luthans, F. (2006). Perilaku organisasi (edisi sepuluh). Yogyakarta: Andi
  15. Lyubomirsky, S., King, L., & Diener, E. (2005). The benefits of frequent positive affect: Does happiness lead to success?. Psychological Bulletin,131, (6), 803-855. Doi: 10.1037/0033-2909.131.6.803
  16. Maryaningsih, N., Hermansyah & Savitri, M. (2014). Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 17, (1). Diunduh dari http://www.bi.go.id/id/publikasi/jurnalekonomi/Documents/Pengaruh%20Infrastruktur%20Terhadap%20Pertumbuhan%20Ekonomi%20Indonesia.pdf
  17. Merecz & Andysz. (2014). Person-organization fit and organizational identification as predictors of positive and negative work-home interaction. International journal of occupational medicine and environtmental health, 27, (1), 16-27. Doi: 10.2478/s13382-014-0221-8
  18. Noor, M. (2015). Memotret data kuantitatif :Untuk skripsi, tesis, disertasi. Semarang: CV. Duta Nusindo
  19. Nugrahini, Arista. (2003). Hubungan antara komitmen organisasi dengan disiplin kerja pada Pegawai Negeri Sipil. Tesis. Prodi Psikologi Universitas Unika Soegijapranata
  20. Ostroff, C., & Judge, T.A. (2012). Perspectives on organizational fit: SIOP organizational frontiers series. UK: Taylor & Francis Group. Diakses dari https://books.google.co.id/books?id
  21. Park , H.I., Monnot, M.J., Jacob, A.C, & Wagner, S.H. (2011). Moderators of the relationship between person-job fit and subjective well-being among asian employees. International journal of stress management American Psychological Association, 18, (1), 67–87. Doi: 10.1037/a0021854.Pavot,W.,&Diener.(2004).TheSubjectiveevaluationofwell-beinginadulthood:Findingsandimpications.AgeingInternationalJournal,29,(2),113-135.Doi: 10.1007/s12126-004-1013-4.
  22. Robbins, S.P. (2006). Perilaku Organisasi (Edisi 10). Jakarta: PT Indeks
  23. Robbins & Judge. (2008). Perilaku Organisasi (Edisi 12). Jakarta: Penerbit Salemba Empat
  24. Rogelberg, S.G. (2007). Enclycopedia of industrial and organizational psychology. UK: Sage Publications Inc
  25. Sekiguchi, T. (2004). Person Organization Fit and person Job Fit in Employee Selection. A Review of The Literature Osaka Keidai Ronshu. 54(6), 179-196. Diunduh dari http://www.irepository.net/il/user_contents/02/G0000031Repository/repository/keidaironshu_054_006_179-196.pdf
  26. Sugianto, S.K., Thoyib, A., & Noermijati. (2012). Pengaruh person-organization fit (p-o fit), motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap pegawai (Pada pegawai UB Hotel, Malang). Jurnal Aplikasi Manajemen, 10, (21), 229-238. Diunduh dari http://jurnaljam.ub.ac.id/index.php/jam/article/view/414
  27. Tepeci, M. (2001). The effect of personal values, organizational culture, person-organization fit on individual outcomes in restaurant industry. A Thesis in Man-Environment Relations. The Pennsylvania State University. Diunduh dari https://etda.libraries.psu.edu/files/final_submissions/4519
  28. Veenhoven, R. (2008). Healthy happiness: Effects of happiness on physical health and the consequences for preventive health care. Journal of Happiness Studies. 9, 449-469. Doi: 425-443,10.1007/s10902-006-9037
  29. World Bank. (2017, 24 maret). Bank dunia setujui pendanaan tambahan untuk mendukung investasi infrastruktur di Indonesia. Diunduh dari http://www.worldbank.org//

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.