skip to main content

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS


Citation Format:
Abstract

Siswa Sekolah Menengah Atas berada pada tahap remaja. Masa remaja merupakan periode ketika perilaku prososial sedang berkembang. Perilaku prososial mengacu pada tindakan sukarela yang dimaksudkan untuk membantu atau menguntungkan individu lain, individu dapat termotivasi melakukan perilaku prososial ketika sedang memiliki suasana hati yang baik, untuk mendapatkan suasana hati yang baik dibutuhkan kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Subjek penelitian ini adalah  siswa yang menempuh pendidikan di SMA Mardisiswa Semarang. Sampel penelitian berjumlah 160 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah convenience sampling. Pengambilan data penelitian menggunakan Skala Regulasi Emosi (20 aitem valid; α = .85) dan Skala Perilaku Prososial (24 aitem valid; α = .90) yang telah diujicobakan pada 40 siswa SMA Mardisiswa. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif antara regulasi emosi dan perilaku prososial yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy= .26 dengan p = .00 (p < .01). Regulasi emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 6.76% pada perilaku prososial.

Fulltext View|Download
Keywords: regulasi emosi, perilaku prososial, remaja
Article Info
Section: Research Articles
Language : INDONESIA
Statistics:
Share:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.