HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN BURNOUT PADA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA SEMARANG

Received: 5 Mar 2018; Published: 5 Mar 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: INDONESIA
Statistics: 122 134
Abstract

Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dengan burnout pada pegawai BPS Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai BPS Kota Semarang yang berjumlah 41 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala burnout (29 aitem, α = 0,906) dan skala emotional labor (27 aitem, α = 0,886). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara emotional labor dengan burnout (rxy = -0,490 dengan p = 0,001). Semakin tinggi emotional labor maka akan semakin rendah burnout. Sebaliknya, semakin rendah emotional labor maka burnout yang dirasakan pegawai akan semakin tinggi. Emotional labor memberikan sumbangan efektif sebesar 24 % terhadap burnout.

Keywords: Burnout;Emotional labor;Pegawai; BPS Kota Semarang

Article Metrics: