HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME DI SEMARANG

Intan Megasari, Ika Febrian Kristiana


DOI: https://doi.org/10.14710/empati.2016.15426

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Pada ibu dengan anak down syndrome, adanya bentuk perilaku ibu yang menarik diri dari interaksi sosial, menyalahkan diri atas setiap peristiwa yang dialami dan menunjukan pelampiasan emosi negatif terhadap anak akan sangat berpengaruh pada proses perawatan anaknya, untuk itu dukungan sosial suami yang diberikan kepada ibu sangatlah penting dalam meningkatkan penerimaan diri pada ibu. Subjek penelitian ini adalah 51 ibu dengan anak down syndrome di beberapa SLB di Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrument penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Penerimaan Diri Ibu (21 aitem ; α = 0,825 ; rix = 0,25 ) dan Skala Dukungan Sosial Suami (31 aitem α sebesar 0,933 dengan rix = 0,30). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial suami dengan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak down syndrome (r = 0,704), dimana dukungan sosial suami memberikan sumbangan sebesar 49,5%.

Keywords


penerimaan diri; dukungan sosial; down syndrome

Full Text:

PDF

References


Bernard, E. (2013). The strengh of self-acceptance theory practice and research. Diakses dari http://www.springer.com/psychology/book/978-1-4614-6805-9.

Cantwell, J. Muldoon, O. T & Gallagher,S. (2014). Social support and mastery influence the association between stress and poor physical health in parents caring for children with developmental disabilities. Research in Developmental Disabilities, 35, 2215–2223. Hansen, A. Kaale, A & Ulvund, S. (2013). Inter-rater reliability of parent and preschool teacher ratings of language in children with autism. Research in Autism Spectrum Disorders, 7, 1391–1396

Hjelle, L. A & Zeigler, D.J. (1992). Personality theories: Basic assumptions, research and

application. Tokyo : MC Graw Hill

Hurlock, E. B. (1974). Personality development. New Delhi: Mc Graw-Hill

Miodrag, N. (2009). Psychological well-being in parents of childrent with autism and down syndrome. Canada: McGill University

Mujaddid, MMR. (2014). Pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI: Penyandang

disabilitas pada anak. Jakarta: Departemen Kesehatan RI

Triana, N. Y & Andryani, M. (2010). Stres dan koping keluarga dengan anak tunagrahita di SLBC dan SLB C1 Widya Bhakti Semarang. e-journal, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Pierce, G. R., Sarason, B. R., & Sarason, I. G. (1996). Handbook of social support and the family. New York: Plenum Press.

Suryabrata, S. (2013). Metodologi penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Walgito, B. (2003). Psikologi sosial (suatu pengantar).Yogyakarta : ANDI

Wijayanti, D.(2015). Subjective well-being dan penerimaan diri ibu yang memiliki anak down syndrome. e-journal psikologi unmul, 4(1)

Zeisler, L. (2011). Assosiation between stress an decisional procastinations of children with down syndrome during their developmental transitions. New York : Seton Hall University.




Copyright (c) 2016 Empati

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/