PENGALAMAN MENIKAH BEDA AGAMA (SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)

*Swastika Larasati  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dinie Ratri Desiningrum  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Statistics: 92 109
Abstract

Fenomena pernikahan beda agama masih menjadi hal yang kontroversial di negara Indonesia. Secara umum, pernikahan beda agama di Indonesia merupakan pernikahan yang tidak dianjurkan baik dari segi agama maupun peraturan pemerintah. Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana pengalaman yang dialami oleh individu dalam menjalani kehidupan pernikahan beda agama. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis) yang berfokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek dari kehidupan pribadi maupun sosial dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Proses penemuan subjek di dapat melalui teknik purposif sampling yang langsung tertuju pada karakteristik tertentu. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang bertempat tinggal di Semarang dan Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tiga tema utama, yaitu: keputusan untuk menikah beda agama, kehidupan setelah menikah, dan penilaian terhadap kehidupan pernikahan beda agama dan terdapat 12 tema superordinat di dalamnya. Pernikahan beda agama bukanlah hal yang mudah bagi ketiga subjek. Adanya keinginan untuk seagama di dalam keluarga menjadi harapan bagi kehidupan pernikahan subjek di masa mendatang. Pengalaman yang dimiliki mulai dari kesepakatan untuk menikah hingga konflik-konflik yang dialami menjadi tolak ukur dalam menilai kehidupan pernikahan bagi ketiga subjek. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan psikologi khususnya psikologi agama dan psikologi lintas budaya.

Keywords: pernikahan beda agama; pengalaman menikah; penilaian kehidupan pernikahan

Article Metrics: