HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA WANITA SEMARANG

*Raisa Raisa  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Annastasia Ediati  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam meghadapi dan mengatasi penderitaan atau kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Semarang. Populasi penelitian adalah 298 narapidana dan sampel penelitian berjumlah 92 narapidana yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial (12 aitem valid, α = 0,923), Skala Brief Resilience (4 aitem valid, α = 0,784) dan skala Connor- Davidson Resilience (23 aitem valid, α = 0,923). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana (rxy = 0,427; p < 0,001 diukur dengan skala Brief Resilience, maupun skala Connor-Davidson Resilience dengan hasil rxy = 0,448; p < 0,001). Korelasi antara Skala Connor-Davidson Resilience dengan Skala Brief Resilience didapatkan hasil sebesar (rxy =0,579; P< 0,001). Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan resiliensi pada narapidana ditinjau dari data demografis subjek. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga berkontribusi lebih rendah (8,1%-9,7%) dibandingkan dengan dukungan sosial dari orang lain (15,5%-17,6%).

Keywords: resiliensi; dukungan sosial; narapidana

Article Metrics: