HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PENSIUN PADA KARYAWAN DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII UNIT USAHA BETUNG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN

*Fandi Ahmad  -  Fakultas Psikologi, UNiversitas Diponegoro, Indonesia
Ika Zenita Ratnaningsih  -  Fakultas Psikologi, UNiversitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Statistics: 193 247
Abstract

Masa pensiun merupakan masa peralihan dari bekerja menjadi memiliki banyak waktu luang. Pensiun seringkali menimbulkan kecemasan karena individu sulit menyesuaikan diri dari bekerja menjadi tidak bekerja. Oleh karena itu karyawan perlu memiliki kemampuan bersikap fleksibel dan memaknai secara positif masa pensiun yang akan dihadapi, hal tercakup dalam kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun pada karyawan di PT Perkebunan Nusantara VII Betung. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 105 karyawan masa persipan pensiun yang bekerja di PT Perkebunan Nusantara VII Betung dengan rentang usia 50 sampai 55 tahun. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala Kecerdasan Spiritual (40 aitem, α = 0,944) dan Skala Kecemasan Menghadapi Pensiun (28 aitem, α = 0,920). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan negatif antara kecerdasan spiritual dengan kecemasan menghadapi pensiun (rxy = -0,724; p < 0,001) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah kecemasan menghadapi pensiun. Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif terhadap kecemasan menghadapi pensiun sebesar 52,4%, sedangkan 47,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

Keywords: kecerdasan spiritual; kecemasan menghadapi pensiun; karyawan

Article Metrics: