skip to main content

RUWAT RAMBUT GEMBEL

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 18 Aug 2016.

Citation Format:
Abstract

Ruwat rambut gembel adalah tradisi yang dilakukan bagi anak yang memiliki rambut gembel yang dilakukan di daerah Dieng. Tradisi turun temurun ini dipercaya akan membawa keselamatan pada anak. Para orangtua yang memiliki anak berambut gimbal akan mengadakan ruwat rambut gembel atau mengikutsertakan anak mereka dalam ruwat rambut gembel secara masal. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan proses ruwatan rambut gembel dan tujuan dari ruwatan rambut gembel itu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Model pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap dua orang subjek dan tiga orang informan, serta menggunakan studi dokumentasi. Subjek adalah orangtua yang pernah melakukan ruwatan pada anak mereka, dan informan adalah orang yang berkaitan secara langsung dengan acara ruwatan yang dilakukan oleh subjek yaitu pencukur, sesepuh, dan ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis). Peneliti mendapat subjek melalui key person, yaitu kenalan peneliti yang juga mengenal subjek. Peneliti menemukan beberapa tema besar, diantaranya kemunculan rambut gembel, budaya masyarakat, perilaku anak, hubungan orangtua-anak, melakukan ruwatan, religiusitas, dan setelah ruwatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ruwat rambut gembel merupakan tata cara kebudayaan yang digunakan oleh masyarakat Dieng untuk mencukur rambut anak yang gembel (gimbal). Ruwatan ini bertujuan untuk menghilangkan sukerti (marabahaya) yang ada pada anak berambut gembel. Proses ruwatan dilakukan dengan pembacaan doa-doa seperti shalawat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Fulltext View|Download
Keywords: tradisi; orangtua; proses ruwatan

Article Metrics:

  1. Cahyono, H. (2007). Ruwatan cukur rambut gembel di desa dieng kecamatan kejajar kabupaten wonosobo. Skripsi. Program Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Creswell, J. W. (2014). Penelitian kualitatif dan desain rise (3rd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  2. Damayanti, P. A. (2011). Dinamika perilaku nakal anak berambut gimbal di dataran tinggi Dieng. Jurnal Psikologi Islam, 8(2), 165-190
  3. Fajrin, S. E. (2009). Identitas sosial dalam pelestarian tradisi ruwatan anak rambut gimbal dieng sebagai peningkatan pariwisata budaya. Skripsi. Program Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta
  4. Hardjana, A. M. (2005). Religiositas agama & spiritualitas. Yogyakarta: Kanisius
  5. Herdiansyah, H. (2015). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu psikologi. Jakarta: Salemba Humanika. Pularsih, E. (2015). Komodifikasi ruwatan massal cukur rambut gembel pada festifal budaya tahunan di dataran tinggi Dieng Kabupaten Wonosobo. Skripsi. Program Sarjana Universitas Negri Semarang
  6. Santrock, J. W. (2002). Life-span development. Jakarta: Erlangga
  7. Sartono. (2002). Wonosobo yang aku banggakan. Wonosobo: CV Wisnu press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.