BERSYUKUR DI TENGAH SEDIH DAN SENANGKU: (Studi Kualitatif Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Tunanetra)

Christofan Dorry Steven, Dian Ratna Sawitri

Abstract


Setiap individu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi termasuk bagi kaum penyandang disabilitas dalam hal ini gangguan penglihatan (tunanetra). Dengan terganggunya fungsi penglihatan maka akan berdampak pada kepuasan hidup serta adanya perasaan senang dan sedih yang dirasakan individu selama hidupnya terutama saat bersekolah hingga kuliah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami gambaran subjective well-being pada mahasiswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian berjumlah tiga orang yang diambil berdasarkan teknik purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi gambaran subjective well-being yang dimiliki mahasiswa tunanetra terlihat dari adanya afek positif seperti rasa senang, perasaan bangga dan optimis, afek negatif seperti rasa sedih, rasa minder dan rasa malu, serta kepuasan hidup secara keseluruhan yang terlihat dari rasa bersyukur. Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi kondisi subjective well-being subjek diantaranya: penerimaan diri individu terkait kondisi tunanetra, penerimaan orang lain, pengungkapan diri, penilaian diri, keyakinan diri, kepedulian lingkungan dan dukungan sosial.


Keywords


kualitatif;subjective well-being; mahasiswa tunanetra

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


---------------------------------------------------------------------------

Jurnal Empati

Fakultas Psikologi UNDIP

Gedung Dekanat Fakultas Psikologi

Universitas Diponegoro - psikologi@undip.ac.id


 


Creative Commons License
Empati by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/empati is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats