skip to main content

PERJALANAN HIDUP BERTASAWUF (Studi Kualitatif dengan Interpretative Phenomenological Analysis pada Pelaku Tasawuf)

*Akhmad Bahril Mukasif  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Frieda NRH  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Semakin banyaknya manusia yang terjerumus pada lembah duniawi membuat manusia semakin jauh kepada Allah SWT. Semakin jauhnya dari Allah SWT membuat jiwa mereka haus akan cahaya ilahiyah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perjalanan pelaku tasawuf di dalam mengamalkan ajaran tasawuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini berfokus pada eksplorasi pengalaman yang dialami subjek melalui kehidupan pribadinya. Subjek dari penelitian ini adalah pelaku tasawuf yang berada di sebuah tarekat. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah tiga subjek yang dipilih secara purposif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa tasawuf merupakan akhlak yang mulia, baik berakhlak kepada Allah SWT di dalam beribadah maupun berakhlak baik kepada sesama manusia tanpa melihat latar belakangnya dari manusia tersebut. Latar belakang ketiga subjek memutuskan untuk masuk ke dalam tarekat dan mempelajari tasawuf karena ada tujuan yang ingin dicapai, yaitu semakin dekat dengan Allah SWT dan mendapat rida dari Allah SWT.
Fulltext View|Download
Keywords: tasawuf; perjalanan pelaku tasawuf; tarekat
Article Info
Section: Research Articles
Statistics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.