skip to main content

WORK FAMILY CONFLICT PADA SINGLE MOTHER YANG BERCERAI: Interpretative Phenomenological Analysis

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 18 Jan 2015.

Citation Format:
Abstract

Tujuan dari penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk dapat memahami work family conflict pada single mother yang bercerai. Subjek penelitian ini adalah dua orang wanita yang sudah bercerai, memiliki anak dan bekerja. Penemuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposif sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode IPA menggunakan prosedur yang rinci dalam menganalisis data, sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, serta pemikiran yang di rasakan subjek yang di dapat melalui proses wawancara. Hasil penelitian ini membahas tentang tuntutan menjadi single mother, dampak negatif pekerjaan pada keluarga hingga timbulnya upaya pengelolaan waktu. Peneliti menemukan setiap subjek hampir memiliki kesamaan dalam pemaknaan pada work family conflict. Pengelolaan waktu untuk meyeimbangkan kedua peran merupakan perjalanan puncak dari work family conflict pada single mother. pengalaman tersebut telah menjadi suatu kesatuan sebagai upaya memahami work family conflict pada single mother yang bercerai.

Fulltext View|Download
Keywords: work family conflict; single mother

Article Metrics:

  1. Boles, J. S. Howard, W. G & Donofrio, H. H. (2001). An investigation into the interrelationships of work family conflict, family work conflict and job satisfaction. Journal of Managerial Issues, 13(3)
  2. Greenhaus, J., & Beutell, N. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10
  3. Hurlock, E. B. 2004. Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentan kehidupan. Jakarta: Erlangga
  4. Mahmudah, E. D. (1999). Karakteristik sosial ekonomi dan strategi kelangsungan hidup single parent. Surabaya: Pusat Penelitian Kependudukan dan Pembangunan Universitas Airlangga Surabaya
  5. Ojo, L. B., & Olaniyan, D. A. (2008). Effective time management in organization panacea or placebo. Euro Journals Publishing, 24, 127-133
  6. Papalia, D. I. 2008. Psikologi berkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media
  7. Pietkiewicz, I. & Smith, J. A. (2012). A practical guide using interpretative phenomenological analysis in qualitative research psychology. Psychological Journal (Czasapismo Psychologyczne), 18(2), 361-369
  8. Rini, J. F. (2002). Wanita bekerja. Diakses dari http://www.e-psikologi.com
  9. Santrock, J. W. (2007). Perkembangan anak (edisi kesebelas). Jakarta: Erlangga
  10. Sarwono. S. (2011). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Pers
  11. Smith, J. A. (2004). Reflecting on development of interpretative phenomenological analysis and its contribution to qualitative research in psychology. Qualitative Research in Psychology, 1, 39-54
  12. Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis-theory, method, and research. London: Sage Publications

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.