Keanekaragaman Fitoplankton Pada Tambak Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di Tireman Kabupaten Rembang Jawa Tengah

*Indah Riasih Umami -  Departemen Biologi - FSM, Indonesia
Riche Hariyati -  Departemen Biologi - FSM, Indonesia
Sri Utami -  Departemen Biologi - FSM, Indonesia
Published: 30 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 66 328
Abstract

Budidaya udang Vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi andalan komoditas peningkatan perekonomian petani tambak di Indonesia. Fitoplankton merupakan salah satu mikrorganisme yang dapat dijadikan pengukur produktivitas primer perairan karena fitoplankton mampu melakukan fotosintesi dan hasil dari fotosintesis berupa oksigen yang dapat dimanfaatkan oleh biota di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fitoplankton dan kualitas perairan tambak. Metode pengambilan sampel fitoplankton dengan puporsive random sampling. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shanon Wiener (H’), indeks keseragaman (e), indeks dominansi (D), dan kelimpahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis fitoplankton berjumlah 14 jenis yang tergolong ke dalam kelas Bacillirophyceae 6 Chlorophyceae 2 jenis, Cyanophyceae 4 jenis, dan Dinophyceae 2 jenis. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemui selama penelitian yaitu Skletonema costatum pada stasiun 3 yang tergolong dari kelas Bacillirophyceae. Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,42 – 2,16. Nilai tersebut menggambarkan keanekaragaman jenis fitoplankton dalam tingkat sedang. Nilai indeks pemerataan (e) berkisar antara 0,59 – 0,98 yang menggambarkan jenis fitoplankton dinyatakan merata. Nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,12 – 0,36 yang menggambarkan tidak ada jenis yang mendominasi. Kualitas perairan tambak udang Vaname berdasarkan DO, suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kandungan nitrat-fosfat masih baik digunakan untuk budidaya udang.

Article Metrics: