Abstrak
Sari buah merupakan salah satu minuman yang paling digemari masyarakat saat ini, dikarenakan rasanya yang enak, kadar vitamin yang cukup tinggi, serta terdiri dari bermacam-macam varian. Saat ini, sebagian besar proses pembuatan sari buah di Indonesia dalam skala home industry masih menggunakan cara konvensional dan manual. Metode pemanasan konvensional tidak dapat memberikan konsistensi suhu yang baik serta tidak memenuhi syarat pasteurisasi. Maka dari itu otomatisasi sangat diperlukan dalam pembuatan sari buah untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Pada penelitian ini, dibuat prototype alat pembuat sari buah otomatis untuk skala home industry. Otomatisasi sistem pada alat ini mencakup proses penakaran bahan utama, pencampuran bahan, pengadukan bahan, pengaturan suhu dan lama pemanasan sari buah. Metode kontrol yang digunakam dalam pengendalian suhu saat proses pemanasan (heating) adalah kendali fuzzy. Settling point suhu yang diinginkan pada proses pembuatan sari buah adalah 630 C - 740 C, dengan lama pemanasan sekitar 15-30 menit. Hasil pengujian diperoleh bahwa pengendalian suhu heater menggunakan teknik kendali fuzzy pada alat pembuat sari buah otomatis menghasilkan respon sistem dengan rise time dan settling time yang kecil serta nilai maksimum overshoot yang masih dalam batas toleransi yakni 5%.
Kata kunci : Sari buah, pemanasan, kontrol fuzzy
Abstract
Fruit essence is one of the most popular drinks today's society, because it tastes good and fairly high levels of vitamins. Currently, most of the fruit essence making process in Indonesia still use manual process. Conventional heating methods can not provide a good temperature consistency and does not qualified in term of pasteurization . Therefore, process automation in the production process of fruit essence is required to get more optimal results. At this research , a prototype of automatic fruit essence maker machine was made for household industrial scale. Automation systems in this research include of the main ingredient dosing, mixing ingredients, mixing materials, temperature control, and prolonged heating of the fruit essence. Fuzzy control was applied in the temperature controlling of heater during the process of heating. Settling point temperature that was desired in the process of making the fruit essence was 630 C - 740 C, with a heating time about 15-30 minutes. The test results obtained that heater temperature control using fuzzy control techniques in fruit essence maker machine generated the system's response that had small rise time and settling time and the maximum overshoot value was still within the tolerance limit of 5%.
Key words: Fruit essence, heating process, fuzzy control
Article Metrics:
Last update:
Last update:
Penulis yang menyerahkan naskah perlu menyetujui bahwa hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Formulir Transfer Hak Cipta dapat diunduh di sini: [Formulir Transfer Hak Cipta Transient]. Formulir hak cipta harus ditandatangani dan dikirim ke Editor dalam bentuk surat asli, dokumen pindaian atau faks:
Dr. Wahyudi (Ketua Editor)
Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang 50275 Indonesia
Telepon/Facs: 62-24-7460057
Email: transient@elektro.undip.ac.id