skip to main content

PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI GULA BLORA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN, SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI DESA TINAPAN DAN DESA KEDUNGWUNGU

*Yuliana Nur Fatikawati  -  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Mohammad Muktiali  -  Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Industri merupakan salah satu strategi dalam pengembangan wilayah yang mampu meningkatkan perekonomian suatu wilayah. Pembangunan industri akan berpengaruh pada semua aspek dalam pengembangan wilayah, seperti fisik, sosial ekonomi, dan lingkungan, seperti halnya dengan industri gula Blora PT.GMM. Keberadaan industri gula blora akan meningkatkan perekonomian wilayah, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Akan tetapi, di sisi lain industri gula dapat menyebabkan gangguan terhadap lingkungan seperti bau yang tidak sedap dan kebisingan. Selain itu, keberadaan industri gula akan mengubah penggunaan lahan yang ada, sehingga jika tidak direncanakan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan permukiman akan semakin padat dan terjadi perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji apa pengaruh keberadaan industri gula Blora terhadap terhadap perubahan penggunaaan lahan, sosial ekonomi masyarakat, dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis interpretasi citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan industri gula blora berpengaruh pada perubahan penggunaan lahan di wilayah sekitar yaitu di Desa Tinapan dan Kedungwungu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah perubahan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun yaitu dari lahan pekarangan/kampung menjadi industri, warung makan, dan kos. Selain itu, perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah perubahan fungsi lahan dari lahan permukiman menjadi kos. Keberadaan industri gula blora berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terlihat dari perluasan kesempatan kerja pada tahap kontruksi/pembangunan hingga tahap operasional. Perluasan kesempatan kerja yang terjadi adalah adanya penciptaan kesempatan kerja serta terjadinya pergeseran pekerjaan pokok maupun pekerjaan sampingan pada kelompok responden buruh bangunan, karyawan industri, pemilik kos, pemilik warung makan, dan petani tebu. Adanya perluasan kesempatan kerja akan berpengaruh pada perubahan tingkat pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Perubahan tingkat pendapatan tersebut berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk terus memperbaiki kondisi rumah menjadi lebih baik. Keberadaan industri gula blora berpengaruh negatif dan positif pada lingkungan. Pengaruh negatif industri gula adalah terjadinya pencemaran udara (bau dan bising). Bau yang ditimbulkan oleh industri menganggu kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan mual, pusing dan batuk. Kebisingan menganggu aktivitas masyarakat seperti tidur, ibadah, dan bersantai. Pengaruh positif dari industri gula blora adalah limbah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar baik limbah padat maupun limbah cair. Limbah industri dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber irigasi pada musim kemarau, tetes untuk penggemuk sapi, serta ampas untuk pupuk organik.  

Fulltext View|Download
Keywords: industri gula, perubahan penggunaan lahan, sosial ekonomi, dan lingkungan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.