Abstract
Salah satu aspek utama dalam pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) adalah menangani masalah rendahnya kesejahteraan rakyat. Dengan kata lain, upaya penanggulangan kemiskinan masih menjadi fokus utama program-program pembangunan saat ini dan di masa depan. RTLH adalah program yang ditujukan untuk rumah tangga miskin (RTM) yang tinggal di rumah-rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni. Program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka dengan menyediakan hunian yang memenuhi standar, serta mendorong partisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan secara swakelola. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang dan mengungkap faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program RTLH di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Teori yang dipakai ialah teori implementasi kebijakan oleh Riant Nugroho (2020) dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 3 dari 5 aspek yang belum optimal yaitu tepat pelaksanaan, tepat target, dan tepat proses. Temuan lain ialah faktor yang menghambat pelayanan inklusif pada implementasi program RTLH di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang yaitu faktor keterbatasan sumber daya manusia, faktor kurangnya sosialisasi, faktor kesadaran dan partisipasi masyarakat yang rendah dan faktor masyarakat yang kurang antusias. Untuk mengatasi hambatan tersebut , disarankan untuk mengadakan pelatihan secara berkala untuk perangkat desa, terutama dalam penggunaan teknologi dan administrasi digital, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat penerima bantuan untuk menjelaskan alur dan mekanisme program secara jelas, memanfaatkan media lokal, seperti radio komunitas, grup WhatsApp desa, dan media sosial untuk menyebarkan informasi program secara lebih efektif dan pendekatan partisipatif dan dialog terbuka dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemimpin lokal untuk membantu menyosialisasikan program