Analisa Electrostatic Precipitator (ESP) Pada Exhaust Dalam Upaya Pengendalian Partikulat Debu Gas Buang Main Engine Kapal Latih BIMASAKTI

*Luthfi Maslul Muttaqim  -  Jurusan Teknik Perkapalan, Indonesia
Andi Trimulyono  -  Jurusan Teknik Perkapalan, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Jurusan Teknik Perkapalan, Indonesia
Published: .
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 301 1308
Abstract
Berbagai macam cara digunakan untuk mengendalikan emisi gas hasil pembakaran, terutama hasil pembakaran pada kendaraan bermotor. Salah satu cara yang digunakan adalah Electrostatic Precipitator (ESP). Efisiensi dari sistem ESP ini sangat berarti untuk mengurangi emisi Partikulat dan menghasilkan emisi yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini menggunkan program numerik untuk mengalisa model tersebut. Hasil analisa dari software yang berupa velocity contour  tersebut dianalisa untuk menentukan seberapa besar efisiensi emisi gas yang setelah melalui ESP. Untuk mendapatkan efisiensi tertinggi dibuat beberapa model dengan ukuran ESP dibuat tetap, tetapi jarak elektroda dirubah, dengan begitu akan didapatkan model dengan efisiensi tertinggi. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat efisiensi tertinggi adalah model dengan jarak kawat 60 mm dengan tegangan 17000 volt. Sedangkan tingkat efisiensi terendah adalah model dengan jarak kawat 90 mm dengan tegangan 15000 volt. Karena semakin rapat jarak kawatnya dan semakin tinggi tegangannya maka semakin besar hambatan terhadap fluida sehingga semakin berkurang kecepatan fluidanya.
Keywords
Electrostatic Precipitator (ESP); Main Engine; Partikulat Debu; BIMASAKTI; Kawat Elektroda

Article Metrics: