PERANCANGAN BANGUNAN APUNG DAN KERAMBA DENGAN SISTEM MODULAR PONTON BERBAHAN FEROSEMEN

*Febriana Dian Krismawati  -  Jurusan S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Jurusan S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Jurusan S1 Teknik Perkapalan, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Permasalahan pembudidayaan ikan di indonesia adalah kurangnya fasilitas dan bahan yang digunakan dalam pembuatan keramba, sehingga keramba yang ada tidak memiliki umur yang panjang, serta mengalami kegagalan hasil, karena turunnya kualitas air. Sudah dikembangkan model keramba apung dari plastik, akan tetapi biayanya sangat mahal. Maka dari itu akan dilakukan penelitian perancangan keramba apung dari modular ponton berbahan ferosemen, selain lebih menghemat biaya juga akan dirancang sekaligus bangunan diatasnya sebagai pelengkap fasilitias dan bisa digunakan menjadi objek wisata. Dirancanglah bangunan apung dari modular ponton berukuran 1mx1mx1m dan dikaitkan antar ponton sehingga terbentuk bangunan – bangunan diatasnya, antara lain gudang pakan, tempat jaga dan monitoring, tempat pengolahan dan panen ikan, serta rumah makan. Jadi total ponton yang dibutuhkan ada 372 unit. Dari hasil analisa olah gerak yang dilakukan bangunan apung ini masih memenuhi standar jadi masih stabil dan aman. Variasi pembebanan yang diperhitungkan juga masih bisa ditanggung dari struktur ponton. Akan tetapi pemanfaatan sebagai objek wisata juga pasti akan memberi keuntungan yang besar. Pengalokasian bangunan ini ditempatkan di Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah, dimana sudah banyak warung makan apung disana, sehingga akses untuk menikmati fasilitas-fasilitas dari bangunan ini bisa menjadi lebih mudah.
Keywords: Bangunan apung; Keramba Ikan; Modular Ponton; Ferosemen; Rawa Jombor

Article Metrics: