BibTex Citation Data :
@article{JTP57764, author = {Adly Dzakiyah and andi Trimulyono and wilma amiruddin}, title = {Analisa Pengaruh Temperatur Post Weld Heat Treatment Pada Baja Astm A36 Terhadap Laju Korosi Dan Kekuatan Tarik}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {ASTM A36; Korosi; Post Weld Heat Treatment; Uji tarik}, abstract = { Baja ASTM A36, material struktural populer di industri perkapalan, rentan korosi akibat perubahan mikrostruktur dan tegangan sisa pasca-pengelasan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi temperatur Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ASTM A36 hasil las Gas Metal Arc Welding (GMAW). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi suhu PWHT 0°C (tanpa perlakuan), 400°C, 500°C, 600°C, dan 700°C. Pengujian meliputi uji korosi weight loss dalam larutan NaCl 3,5% selama 28 hari dan uji tarik. Hasil menunjukkan PWHT efektif menurunkan laju korosi. Performa optimal dicapai pada suhu 500°C dengan laju korosi terendah 0,2327 mm/tahun, peningkatan Yield Strength menjadi 193,61 MPa, serta Ultimate Tensile Strength (UTS) yang stabil. Sebaliknya, suhu 700°C menyebabkan penurunan drastis UTS menjadi 323,82 MPa dan kenaikan laju korosi akibat overheating, meskipun elongasi meningkat hingga 10,83%. Disimpulkan bahwa rentang suhu 400°C–500°C adalah kondisi paling optimal untuk menyeimbangkan ketahanan korosi dan kekuatan mekanis material. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/57764} }
Refworks Citation Data :
Baja ASTM A36, material struktural populer di industri perkapalan, rentan korosi akibat perubahan mikrostruktur dan tegangan sisa pasca-pengelasan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi temperatur Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap laju korosi dan kekuatan tarik baja ASTM A36 hasil las Gas Metal Arc Welding (GMAW). Metode eksperimental dilakukan dengan variasi suhu PWHT 0°C (tanpa perlakuan), 400°C, 500°C, 600°C, dan 700°C. Pengujian meliputi uji korosi weight loss dalam larutan NaCl 3,5% selama 28 hari dan uji tarik. Hasil menunjukkan PWHT efektif menurunkan laju korosi. Performa optimal dicapai pada suhu 500°C dengan laju korosi terendah 0,2327 mm/tahun, peningkatan Yield Strength menjadi 193,61 MPa, serta Ultimate Tensile Strength (UTS) yang stabil. Sebaliknya, suhu 700°C menyebabkan penurunan drastis UTS menjadi 323,82 MPa dan kenaikan laju korosi akibat overheating, meskipun elongasi meningkat hingga 10,83%. Disimpulkan bahwa rentang suhu 400°C–500°C adalah kondisi paling optimal untuk menyeimbangkan ketahanan korosi dan kekuatan mekanis material.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License