BibTex Citation Data :
@article{JTP55321, author = {Jan Shaka Ariandra Noor and Untung Budiarto and Parlindungan Manik}, title = {Analisis Pengaruh Variasi Jenis Elektroda dan Variasi Temperatur PWHT pada Pengelasan SMAW terhadap Kekuatan Impak dan Tekuk Baja ST 60}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {SMAW , Elektroda E7016 , Elektroda E7018 , PWHT}, abstract = { Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan perkapalan karena memiliki kekuatan tinggi serta kemampuan menerima perlakuan panas. Namun, proses pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering menimbulkan tegangan sisa yang dapat menurunkan kualitas sambungan las. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perlakuan Post Weld Heat Treatment (PWHT) guna mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, dan meningkatkan sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda (E7016 dan E7018) serta temperatur PWHT (500°C dan 600°C) terhadap kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan las baja ST 60. Proses pengelasan dilakukan pada posisi 1G, kemudian spesimen diberi PWHT selama 60 menit. Pengujian dilakukan menggunakan uji tekuk untuk menilai kekuatan lentur dan uji impak untuk mengukur ketangguhan sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik. Pada uji tekuk, kekuatan tertinggi dicapai oleh elektroda E7016 dengan PWHT 600°C sebesar 940,808 MPa, sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh elektroda E7018 tanpa PWHT sebesar 572,607 MPa. Pada uji impak, ketangguhan tertinggi diperoleh pada elektroda E7018 dengan PWHT 600°C sebesar 1,72 J/mm², dan nilai terendah terdapat pada elektroda E7016 tanpa PWHT sebesar 1,20 J/mm². Dengan demikian, PWHT terbukti meningkatkan kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan, sedangkan pemilihan elektroda harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, baik untuk ketahanan lentur maupun ketangguhan terhadap beban dinamis. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/55321} }
Refworks Citation Data :
Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan perkapalan karena memiliki kekuatan tinggi serta kemampuan menerima perlakuan panas. Namun, proses pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering menimbulkan tegangan sisa yang dapat menurunkan kualitas sambungan las. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perlakuan Post Weld Heat Treatment (PWHT) guna mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, dan meningkatkan sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda (E7016 dan E7018) serta temperatur PWHT (500°C dan 600°C) terhadap kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan las baja ST 60. Proses pengelasan dilakukan pada posisi 1G, kemudian spesimen diberi PWHT selama 60 menit. Pengujian dilakukan menggunakan uji tekuk untuk menilai kekuatan lentur dan uji impak untuk mengukur ketangguhan sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik. Pada uji tekuk, kekuatan tertinggi dicapai oleh elektroda E7016 dengan PWHT 600°C sebesar 940,808 MPa, sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh elektroda E7018 tanpa PWHT sebesar 572,607 MPa. Pada uji impak, ketangguhan tertinggi diperoleh pada elektroda E7018 dengan PWHT 600°C sebesar 1,72 J/mm², dan nilai terendah terdapat pada elektroda E7016 tanpa PWHT sebesar 1,20 J/mm². Dengan demikian, PWHT terbukti meningkatkan kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan, sedangkan pemilihan elektroda harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, baik untuk ketahanan lentur maupun ketangguhan terhadap beban dinamis.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License