Studi Perancangan Sistem Konstruksi dan Analisa Kekuatan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran pada Perairan Indonesia

*Muhammad Nurazim  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 12 Sep 2020; Published: 11 Nov 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Fish Processing Vessel adalah kapal yang membantu kapal perikanan lain saat berlayar bersama dalam fasilitas hasil penangkapan. Kapal ini memiliki bentuk lambung catamaran yang sudah mempunyai stabilitas, kecepatan, dan efisiensi yang baik. Hal lain yang mempengaruhi desain kapal adalah dalam segi konstruksi dan kekuatan yang harus memenuhi kriteria dan sesuai dengan bebannya. Pada lambung multi-hull terdapat konstruksi sambungan demi hull dengan wet deck yang kritis dan rentan terhadap defleksi. Sehingga penelitian melakukan perancangan jenis konstruksi dan melakukan variasi pada konstruksi wet deck, yaitu konstruki melintang (variasi I) dan memanjang (variasi II). Analisis respon struktur dilakukan pada kondisi air tenang, sagging, dan hogging serta analisis kekuatan batas akibat momen lentur sagging & hogging. Didapatkan hasil pada analisis respon struktur, stress pada variasi II lebih kecil dibanding dengan variasi I dengan presentase 0.15%  pada air tenang, 2.87% pada sagging, dan 4.16% pada hogging. Dan pada analisis kekuatan batas, variasi I lebih cepat mengalami kegagalan dengan tegangan ultimate sebesar 409.3 MPa pada sagging dengan momen -4.44x1011 Nmm dan 428.5 MPa pada hogging dengan momen 5.97x1011 Nmm. Dan pada perhitungan massa, sistem konstruksi varisi II lebih ringan 8.851 ton. Dapat disimpulkan konstruksi variasi II lebih direkomendasikan dibanding konstruksi variasi I.

Keywords: Catamaran: Konstruksi: Kekuatan: Ultimate

Article Metrics:

  1. R. Ilham, A. F. Zakki, and D. Chrismianto, “Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran untuk Perairan Indonesia,” Tek. Perkapalan, vol. 7. No.4, pp. 449–459, 2019
  2. A. N. Juneva, A. F. Zakki, and M. Iqbal, “Analisa Kekuatan Cross Deck Terhadap Perubahan Bentuk Variasi Haunch Pada Kapal Ikan Katamaran Menggunakan Metode Elemen Hingga,” Tek. Perkapalan, vol. 5., no. 1, pp. 1–6, 2017
  3. S. E. Heggelund, T. Moan, and S. Oma, “Transverse strength analysis of catamarans,” Mar. Struct., vol. 13, no. 6, pp. 517–535, 2000, doi: 10.1016/S0951-8339(00)00059-9
  4. C. S. Smith, “Influence of local compressive failure on ultimate longitudinal strength of a ship’s hull,” Trans PRADS, vol. 1977, pp. 73–79, 1977
  5. C. Wang, J. Wu, and D. Wang, “Experimental and numerical investigations on the ultimate longitudinal strength of an ultra large container ship,” Ocean Eng., vol. 192, no. May, p. 106546, 2019, doi: 10.1016/j.oceaneng.2019.106546
  6. Y. Lee, N. Whitea, Z. Wang, and J.-B. Park, “Whipping Responses and Whipping Effects on Design Bending Moments of a Large Container Ship,” Hydroelasticity Mar. Technol. 2012 Tokyo, JAPAN, no. March 2015, pp. 1–12, 2012
  7. M. C. Xu, Z. J. Song, and J. Pan, “Study on influence of nonlinear finite element method models on ultimate bending moment for hull girder,” Thin-Walled Struct., vol. 119, no. June, pp. 282–295, 2017, doi: 10.1016/j.tws.2017.06.009
  8. E. Utomo, “Perbandingan Desain Dermaga Terapung Pada Sistem Konstruksi Melintang dan Memanjang “Studi Kasus Dermaga Pelabuhan Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung,” vol. 2, 2018
  9. LR Lloyd Register, Rules and Regulations for The classification of Special Service Craft, no. 3. 2019
  10. T. Rizkiani, “Laporan Tugas Akhir Analisa Kekuatan Batas Kapal VLCC,” Gowa, 2018
  11. T. Okawa, Y. Sumi, and M. Mohri, “Simulation-based fatigue crack management of ship structural details applied to longitudinal and transverse connections,” Mar. Struct., vol. 19, no. 4, pp. 217–240, 2006