Analisis Variasi Panjang Dan Jumlah Lunas Bilga Terhadap Hambatan, Rolling Dan Wake KM. Horas Nainggolan

*Dhea Margaretha  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 21 Apr 2020; Published: 23 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

KM. Horas Nainggolan merupakan salah satu kapal pariwisata yang cukup aktif beroperasi di Danau Toba. Dalam meningkatkan performa KM. Horas Nainggolan dibutuhkan adanya modifikasi pemasangan lunas bilga dengan variasi panjang dan jumlah lunas bilga untuk mengetahui hambatan, wake fraction dan rolling pada kapal. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa tahapan yaitu membuat model kapal lunas bilga, perhitungan hambatan, wake fraction dan rolling dengan menggunakan software perkapalan yang terintegrasi. Dari hasil perhitungan hambatan diketahui bahwa pada fn 0,32 dan fn 0,40, kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 2 Pasang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 20-21% dan 13-14%. Dari hasil analisa wake fraction diketahui bahwa pada fn 0,32 dan 0,40, kapal dengan lunas bilga 10 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 3 Pasang dapat mengurangi nilai wake fraction paling optimal sebesar 62-63% dan 43-44%. Pada hasil analisa rolling dapat diketahui bahwa model kapal dengan lunas bilga 6 Meter 1 Pasang dan 6 Meter 2 pasang merupakan model kapal dengan nilai rolling paling kecil. Dari semua model yang ada model kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dengan jarak 10 dan 20 cm antar lunas bilga yang paling tidak optimal dalam meningkatkan performa kapal.

Keywords: KM. Horas Nainggolan; Lunas Bilga; Hambatan; Rolling; Wake Fraction

Article Metrics:

  1. BMKG Provinsi Sumatera Utara, Letak Geografis Danau Toba., Samosir, 2010.
  2. BPS-Bappeda Kabupaten Toba Samosir., “Statistik Dasar Pariwisata”, BPS Kabupaten Toba Samosir, 2018.
  3. P. Manik dan E. Hadi, “Studi Hull Form Kapal Barang-Penumpang Tradisional Di Danau Toba Sumatera Utara”, Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan, Vol. 5 No. 3, Pages 159-164, 2008.
  4. M. I. Malik, P. Manik dan M. Iqbal, “Pengembangan Geometri Lunas Bilga Untuk Meningkatkan Performa Kapal Ikan Tradisional”, Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 4, No. 4, Pages 756, 2016.
  5. S. Arifin, P. Manik, dan B. Arswendo, “Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Trapesium Terhadap Performa Kapal Pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD)”, Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 5, No. 4, 2017.
  6. Kiryanto,”ANALISA TEKNIS STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL PATROL SPEED BOAT “GRASS CARP DI PERAIRAN RAWA PENING JAWA TENGAH”, Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan, Vol. 7, No. 2, 2010.
  7. W. Liu, Y. K. Demirel, E. K. Djatmiko, S. Nugroho, T. Tezdogan, R. E. Kurt, H. Supomo, I. Baihaqi, Z. Yuan & A. Incecik, “Bilge Keel design for the traditional fishing boats of Indonesia’s East Java”, International Journal of Naval Architecture and Ocean Engineering, Vol. 11, Pages 380-395, 2019.
  8. A. Saputra, U. Budiarto dan G. Rindo,“Analisa Pengaruh Bilge Keel Tipe Bulb Terhadap Lambung V dan U Pada Kapal Patroli Dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD)”, Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. 7, No. 1, 2019.
  9. Bassler, C. C. and A. M. Reed, “An Analysis of the Bilge Keel Roll Damping Component Model”, Proc. 10th Intl. Conf. Stability of Ships and Ocean Vehicles, St. Petersburg, Russia, 2009.
  10. O. M. Faltinsen, “Hydrodynamics of High-Speed Marine Vehicles”, New York: Cambridge University Press, 2005.
  11. H. Hendratmoko dan H. I. K. A. P. Utama, ”Studi Eksperimen Pengaruh Lunas Bilga Terhadap Gerakan Rolling”, Jurnal Teknik ITS, Vol. 1 No. 1, 2012.