Analisa Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Kekuatan Puntir Baja ST 37 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering

*Rahmat Ridlo Aminuddin  -  Diponegoro University, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 15 Apr 2020; Published: 21 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan uji kekerasan, uji tarik, dan uji puntir untuk material baja karbon ST 37 guna untuk bahan poros baling-baling kapal setelah proses tempering. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah baja ST 37 hasil perlakuan Tempering dapat memenuhi standar BKI untuk digunakan sebagai poros baling-baling . Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban tarik dan beban puntir, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan lelah (fatigue failure) pada material. Tingkat kekerasan suatu material yang baik juga dibutuhkan untuk mengetahui seberapa ulet baja ST 37 hasil Tempering. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini dilakukan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik tarik, Kekerasan, puntir dan struktur metalografi pada material baja ST 37 setelah proses tempering. Hasil penelitian ini berupa nilai kekuatan material yang kemudian dibandingkan dengan nilai minimum persyaratan rules BKI. Beberapa hasil penelitian seperti penampang patahan juga dapat mewakili karakter keuletan material. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 37 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan tarik 425,16 Mpa, kekuatan puntir 566,62 Mpa dan untuk uji kekerasan diperoleh nilai kekerasan 140,2 VHN

Keywords: Baja ST 37, Tempering, Tarik, Puntir, Kekerasan

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for Machinery Instalation, Vol.III”. 2001
  2. Pradhana, Faried, “Uji Kekerasan Logam”, Universitas Gunadarma. Jakarta .2012
  3. Handoyo, Yopi. “Pengaruh Quenching dan Tempering pada baja Jis Grade S45C Terhadap Sifat Mekanis”. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol.III Nomor 2 Fakultas Teknik – Universitas Islam 45 Bekasi. 2015
  4. Alexander dkk, Sriatie Djaprie, “Dasar Metalurgi untuk Rekayasa,” Gramedia, Jakarta. 1990
  5. Putra, Ridwan Redi, “Analisa kekuatan puntir, kekuatan Tarik, dan kekerasan baja ST 60 sebagai bahan poros baling-baling kapal (propeller shaft) setelah proses tempering,” Jurnal Teknik Perkapalan Volume 5 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro. 2017
  6. American Society for Testing and Materials, 2004, Standard Test Method for Torsion Testing of Metalic Materials, ASTM Designation E8M
  7. Miftakhuddin, Nur, “Pengaruh Temper dengan Quench Media Oli Mesran Sae 20W- 50 terhadap Karakteristik Medium Carbon Steel” Skripsi sarjana FT Negeri Semarang. 2006
  8. Wibowo, Bambang Tri, “Pengaruh Tempering dengan Quenching Media Pendingin Oli Mesran SAE 40 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Baja ST 60,” Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Semarang. 2006
  9. American Society for Testing and Materials, 2004, Standard Test Method for Torsion at Room Temperature, ASTM Designation e143., Annual Book of ASTM Standards, Vol.3, No.1, 338-342
  10. Sardi, Vicky Bhagaskara, “Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan (holding time) baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi,” Jurnal Teknik Perkapalan, Volume 6, No 1. 2018
  11. R.Setiaji, Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI, 2009.
  12. Metallography and Microstructure, ASM Metals Handbook, Vol 9,2004.
  13. ASTM E8/E8M-09, Standard Specification for Aluminum and Aluminum- Alloy Sheet and Plate. USA,2009.