Analisa PerbandinganKekuatan Impak, Tarik, Tekuk dan Mikrografi Pada Alumunium 6061 Pasca Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) dengan Media Pendingin Air Laut dan Air Tawar

*Ambar Isworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 1 Mar 2020; Published: 4 Jun 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Alumunium banyak digunakan dibidang industri karena memiliki keunggulan seperti bobot yang ringan, kekuatan dan kekerasan yang tinggi serta tahan korosi. Proses perlakuan pendinginan merupakan cara paling efektif untuk membuat sifat mekanik dari kekerasan alumunium. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan impak, tarik, tekuk dan mikrografi dengan variasi pendingin air tawar, air laut dan pendinginan alami alumunium 6061 pada arah pengelasan transversal dengan sudut 60° dengan las tungsten innert gas) dan jenis sambungan single-v butt joint. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor pendinginan setelah proses pengelasan berpengaruh dalam menentukan kualitas pengelasan. Hasil paling baik pada pengujian impak dengan perlakuan pendingin air laut memiliki nilai 0,261 J/mm2. Lalu kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi paling baik pada perlakuan pendingin air tawar, yaitu sebesar 160,53 N/mm2 dan regangan sebesar 25,26 %. Kemudian untuk kekuatan tekuk hasil paling optimal dengan rata-rata tegangan bending yaitu 46,76 N/mm2 pada perlakuan dengan media pendingin air laut. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pendinginan alumunium setelah melalui proses pengelasan sangat berpengaruh terhadap keuletan dari struktur material yang telah mengalami proses pendinginan dengan media pendingin akan lebih mempercepat laju pendinginan maka akan terbentuk struktur martensit yang kasar dan memiliki sifat yang keras dan getas.

Keywords: Aluminium 6061; Pengelasan TIG; Impak; Tarik; Tekuk; Mikrografi.

Article Metrics:

  1. A. Linda, “Pengaruh Variasi Arus pada Hasil Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) terhadap Sifat Fisis dan Mekanis pada Aluminium 6061”. Skripsi, Universitas Negeri Semarang, 2016.
  2. H. Sonawan dan R. Suratman, “Pengantar untuk Memahami Proses Pengelasan Logam”. Bandung: Alfabeta, 2003.
  3. R. C. Kusuma, “Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk dan Mikrografi Aluminium 5083 Pasca Pengelasan Tig (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli,” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 5, no. 4, pp. 4, 2017.
  4. A. T. Wibowo, “Pengaruh Heat Treatment T6 pada Aluminium Alloy 6061-O dan Pengelasan Transversal Tungsten Inert Gas Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro, “ Jurnal Teknik Mesin S-1, vol. 2, no. 4, pp. 375, 2014.
  5. H. Sunaryo, “Teknik Pengelasan Kapal Jilid 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan”. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2008.
  6. M. A. Priadi, “Pengaruh Media Pendingin Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Hasil Pengelasan Oxy Acetylene pada Material Baja ST-37,” Jurnal Jurusan Pendidikan Teknik Mesin (JJPTM), vol. 8, no. 2, pp. 3-4, 2017.
  7. A. H. Yuwono, “Buku Paduan Praktikum Karakterisasi Material 1: Pengujian Merusak (Destructive Testing). Departemen Metalurgi dan Material Fakultas Teknik: Universitas Indonesia, 2004.
  8. R. Haq, “Analisa Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Impak Pengelasan Flux Cored Arch Welding Material Baja St 40 Posisi 3G dengan Variasi Kuat Arus Listrik,” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 7, No. 4, pp. 186, 2019.
  9. ASM, Metal Handbook Volume 9. 2004.
  10. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding,” Jakarta, 2013.