Optimalisasi Repair Schedule SPOB. Prosper Three 3537 DWT Dengan Critical Path Method Guna Antisipasi Keterlambatan Proyek

*Astrid Aisya Rahmi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Imam Pujo Mulyatno  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 27 Feb 2020; Published: 31 Mar 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 45 32
Abstract

Proyek kapal SPOB. Prosper Three pada reparasi kali ini merupakan proyek reparasi khusus yaitu modifikasi ruang muat. Pekerjaan ini perlu perhatian khusus karena dikerjakan dari awal hingga akhir yang jika mengalami keterlambatan maka menyebabkan keterlambatan total proyek sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Data utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa master schedule proyek, repair list, kebutuhan tenaga kerja. Langkah awal yang dilakukan ialah analisis pekerjaan yang termasuk ke repir list kapal SPOB. Prosper Three. Lalu penentuan predecessor pekerjaan dan pembuatan network diagram dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project 2013, pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya terhadap proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three. Hasil crashing menunjukan pengurangan durasi selama 6 hari, dari durasi kontrak 30 hari menjadi 24 hari untuk mendapatkan schedule yang optimal. Pada proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera dihasilkan analisis berupa produktifitas manpower sebesar 23 kg/mandays dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 51 orang dari 39 orang pada perencanaan dan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam.  Adanya penambahan tenaga kerja dan jam kerja lembur menghasilkan penambahan biaya sebesar 1% dan 35 %. Untuk itu dapat dilihat bahwa pengurangan durasi dengan penambahan  tenaga kerja lebih efisien dari penambahan jam lembur dan penjadwalan durasi lebih optimal.

Article Metrics: