Desain dan Analisis Pengaruh Penggunaan Variasi Bentuk Ballast untuk Meningkatkan Performa pada Navigation Buoy

*Evi Handayani  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro., Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Received: 26 Nov 2019; Published: 13 Jul 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Navigation Buoy atau pelampung adalah struktur yang melayang di permukaan laut sebagai alat petunjuk tentang adanya keberadaan terumbu karang, laut dangkal serta menunjukkan arah rute laut untuk kapal selama berlayar. Berkaitan dengan system operasinya, performa stabilitas dari Navigation Buoy perlu diperhatikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stability dan analisa perbedaan  biaya produksi pada navigation buoy sesudah di desain ulang. Perlakuan yang di berikan adalah penggunaan variasi bentuk ballast dan material ballast. Hasil perhitungan stabilitas nilai GZ max terdapat pada  variasi ballast persegi dengan material steel memiliki sudut 85,9 derajat sebesar 4,566 m dengan luas area senilai 4,796 m.deg. Pada penelitian ini, dapat disimpulkan variasi ballast persegi dengan material steel  memiliki hasil stabilitas yang lebih baik karena menghasilkan performa yang lebih baik.


 

Keywords: Navigation Buoy; stabilitas; mooring; variasi ballast

Article Metrics:

  1. A. Purwatiningsih, “Eksplorasi Dan Eksploitasi Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Di Laut Natuna Bagian Utara Laut Yuridiksi Nasional Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kepulauan Natuna,” Vol. 2, Pp. 59–67, 2012.
  2. J. E. Park, I. K. Kim, T. W. Kim, K. H. Ha, Y. W. Park, And J. S. Kwak, “Design Of Korean Standard Modular Buoy Body Using Polyethylene Polymer Material For Ship Safety,” J. Mater. Sci. Chem. Eng., Vol. 04, No. 01, Pp. 65–73, 2016.
  3. P. Y. Murah And H. D. A. N. Mandiri, “Merancang Sistem Buoy Dan Sensor Sebagai Perangkat Pemantauan Lingkungan,” Pp. 287–295, 2000.
  4. Dnv, “Dnvgl-Os-C301, Stability And Watertight Integrity,” Juli. 2015.
  5. C. B. Barrass And D. R. Derrett, "Ship Stability For Masters And Mates". 2012.
  6. IALA, “The Design of Floating Aid To,”, Pp. 1–58, Juni. 2010.
  7. B. Tenders, “Iala Model Course,” Pp. 1–8, Juni. 2016.
  8. S. Germain And F. Telephone, “Iala [1] A. Purwatiningsih, “Eksplorasi Dan Eksploitasi Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Di Laut Natuna Bagian Utara Laut Yuridiksi Nasional Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kepulauan Natuna,” Vol. 2, Pp. 59–67, 2012.
  9. J. E. Park, I. K. Kim, T. W. Kim, K. H. Ha, Y. W. Park, And J. S. Kwak, “Design Of Korean Standard Modular Buoy Body Using Polyethylene Polymer Material For Ship Safety,” J. Mater. Sci. Chem. Eng., Vol. 04, No. 01, Pp. 65–73, 2016.
  10. P. Y. Murah And H. D. A. N. Mandiri, “Merancang Sistem Buoy Dan Sensor Sebagai Perangkat Pemantauan Lingkungan,” Pp. 287–295, 2000.
  11. Dnv, “Dnvgl-Os-C301, Stability And Watertight Integrity,” Juli. 2015.
  12. C. B. Barrass And D. R. Derrett, "Ship Stability For Masters And Mates". 2012.
  13. IALA, “The Design of Floating Aid To,”, Pp. 1–58, Juni. 2010.
  14. B. Tenders, “Iala Model Course,” Pp. 1–8, Juni. 2016.
  15. S. Germain And F. Telephone, “Iala Guideline No. 1099 On The Hydrostatic Design Of Buoys Edition 1 May,” No. 1099, 2013.
  16. R. Dewey, “Mooring Design & Dynamics. Marine Models Online”, Vol. 1, pp 103-157, 1999.
  17. S. Clara, “Reference Manual for Moses,” pp. 1–4, August, 2003.
  18. J. Irish, W. Paul, J.Shaumeyer, and C. Gaither III, ”Next-Generation Ocean Observing Buoy. Sea Technology”. Vol. 40, No. 5, pp. 37-43, 1999.
  19. P. John Wallinga, R. Neal Pettirew, and D. James Irish "The GoMOOS Moored Buoy Design", 2003.