Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Monohull untuk Perairan Indonesia

*Iqbal Habib  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 9 Sep 2019; Published: 10 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pelaksanaan kegiatan menangkap ikan di wilayah overfishing, merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya pendapatan hasil tangkapan. Nelayan banyak melakukan kegiatan penangkapan pada perairan kurang dari 12 mill laut yang merupakan wilayah perairan overfishing. Hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT) yang dilengkapi dengan alat tangkap tradisional. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage  pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 82,89 m, LWL 90,049 m, lebar 15,544 m, sarat 6,76 m, Cb 0,539 dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m dengan sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Keywords: fish processing vessel; hambatan ; rencana garis ; rencana umum ; stabilitas ; olah gerak

Article Metrics:

  1. Nikijuluw, V. P.H. Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. P3R. Jakarta, 2002.
  2. Rahim, A. Analisis Harga Ikan Laut Segar dan Pendapatan Usaha Tangkap Nelayan di Sulawesi Selatan, Disertasi. Program Studi Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta (tidak dipublikasikan), 2010.
  3. Setyorini, A., Suherman dan I. Triarso. Analisis Perbandingan Produktivitas Usaha Penangkapan Ikan Rawai Dasar (Bottom Set Long Line) dan Cantrang (Boat Seine) di Juwana Kabupaten Pati. Jurnal Saintek Perikanan Volume 5 Nomor 1 November 2009: 7-14, 2009.
  4. Dahruri, R. “Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan”. Orasi ilmiah pengukuhan guru besar tetap bidang pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 2010.
  5. Ilyas Sofyan. Peranan Es dalam Industri Perikanan. Dirjen Perikanan Jakarta. Jakarta, 1972.
  6. A. A. Metsa, A. Wilma, and A. A. Berlian. “Analisa Teknis dan Ekonomis Pengaruh Modifikasi Kapal Ikan Menjadi Kapal Pengolah Ikan”. JURNAL TEKNIK PERKAPALAN, 2017.
  7. A. Khamis Ali, et al., Design of A Factory Stern Trawler. Egypt: Faculty of Engineering University Alexandria, 2018
  8. Hasanudin, et al., “Design Innovation Of 600 GT Live Fish Carrier for 716 and 717 Fishing Area of Indonesian Waters” in The 2nd International Conference on Marine Technology, Surabaya, 2017.
  9. Sofi’i, Moch., Djaja, Indra Kusna. “Teknik Konstuksi Kapal Baja Jilid 1 untuk SMK”, Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
  10. Santoso, IGM, Sudjono, YJ. Teori Bangunan Kapal, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia, 1983.
  11. International Maritime Organization. “Code of Safety for Special Purpose Ships” (May 2008)
  12. International Maritime Organization. “Intact Stability Code (IS Code)”. 2008.
  13. B. Setyawan, “Analisa Pengaruh Hullform Terhadap Motion Sikness Incidence (MSI) Pada Kapal R0-Ro 500 GT,” J. Tek. perkapalan, vol. 5, no. no 4, pp. 1–10, 2017.
  14. NATO STANAG 4154 (Edition 3) “Common Procedures for Seakeeping in the Ship Design Process,” (November 1997)
  15. DNV-GL “Special Requirement for Hull Structure”, 2007.
  16. Lewis, Edward V., Principal Naval Architecture Vol. II. USA: The Society of Naval Architects and Marine Engineers, 1988.
  17. A. F. Molland and S. R. Turnock, Ship Resistance and Propulsion. Cambridge: Cambridge University Press, 2011.