skip to main content

Analisa Uji Tarik, Impak dan Mikrografi Baja ST 40 Pengelasan FCAW Posisi 1G Variasi Arus Pengelasan


Citation Format:
Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas, sehingga logam yang disekitar daerah las mengalami perubahan struktur metalurgi, deformasi dan tegangan termal. Di zaman yang semakin maju ini semakin banyak penyambungan antara dua buah pelat baja menggunakan metode pengelasan oleh karena itu diperlukannya informasi penelitian yang mendetail untuk mendapatkan hasil pengelasan yang maksimal sehingga akan terus meningkatkan produktivitas. Dalam proses pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi hasil dari pengelasan tersebut. Pada penelitian kali ini penulis meneliti mengenai Pengelasan FCAW dengan 3 variasi kuat arus yaitu 135A, 150A dan 165A dimana material tersebut akan dilakukan pengujian tarik, impak dan mikrografi. Peneliatian ini mendapatkan hasil dimana arus 135A memiliki nilai tengangan rata-rata sebesar 461.42 MPa dan regangan rata-rata sebesar 35.81% dan pada arus 150A mendapatkan nilai tegangan rata-rata sebesar 443.83 MPa dan regangan rata-rata sebesar 27.78% dan pada arus 165A mendapatkan nilai tengangan rata-rata sebesar 460.49 MPa dan regangan rata-rata sebesar 34.47% dimana dapat disimpulakan bahwa arus 135A merupakan arus maksimal untuk melakukan pengelasan pada material ST40 dibuktikan dengan arus 150A yang mendapatkan nilai tegangan regangan yang menurun dari 135A. Pada pengujian tarik 135A mendapatkan nilai uji impak 1.73 J/mm2 dan pada arus 150A mendapatkan nilai uji impak sebesar 1.89 J/mm2 dan pada 165A mendapatkan nilai uji impak sebesar 2 J/mm2 dimana dapat disimpulkan bahwa material 165A merupakan material dengan modulus elastisitas paling kecil dengan tegangan dan hasil uji impaknya yang paling kecil dan besar pada penelitian ini.

Fulltext
Keywords: Uji Tarik; Uji Impak; Uji Mikrografi; ST 40; Variasi Arus; FCAW
  1. Nugroho, Adi. 2018. Pengaruh Variasi Kuat Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekerasan Sambungan Las Plate Carbon Steel ASTM 36. Jurnal Rekayasa Sistem Industri. Vol 3, No 2. Universitas Putera Batam. Batam
  2. Dora, R. S. P., 2011. Analisa Kekuatan Material SS400 Pengaruh Preheat dan PWHT dengan menggunakan Metode Simulasi dan Uji tarik
  3. Pasalbessy, Valentino. 2015. Pengaruh Besar Arus Listrik Dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Jurnal Perkapalan. Vol 3, No 4. Universitas Diponegoro. Semarang
  4. Zaenal, Muhammad. 2017. Pengujian Tarik Dan Impak Pada Pengerjaan Pengelasan SMAW Dengan Mesin Genset Menggunakan Diameter Elektroda Yang Berbeda. Jurnal Perkapalan. Vol 14, No 1. Universitas Diponegoro.Semarang
  5. Sasmito, Eko. 2009. Analisa Pengelasan Mild Steel (ST.42) Dengan Proses SMAW, FCAW Dan SAW Ditinjau Dari Segi Kekuatan Dan Nilai Ekonomis. Jurnal Perkapalan. Vol 6, No 2. Universitas Diponegoro. Semarang
  6. T. N. B. Santoso, “Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Las Smaw dengan Elektroda E7016,” Jurnal Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, vol. 23, no. 1, 2015.
  7. } D. Prayitno, “Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekerasan Lapisan Lasan Pada Baja ASTM A316,” Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin, Vol 3, No. 1, 2018
  8. R. Putra, “Pengaruh Arus Listrik Dan Temperatur Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact Aluminium 5083 Pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding),” Jurnal Teknik Perkapalan Vol. 4, No. 1, 2016
  9. S, Gusti Rusydi Furqon dkk. 2016. Analisa Uji Kekerasan Pada Poros Baja ST 60 Dengan Media Pendingin Yang Berbeda. Jurnal Teknik Mesin – Vol. 01 No. 02 – UNISKA
  10. ASM Metal Handbook Volume 9, 2004
  11. Sari, Nasmi Herlina. 2018. Material Teknik. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Deepublish

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.