Studi Perencanaan Konstruksi Dan Analisa Kekuatan Kapal Floating Fuel Station

Received: 15 Jun 2019; Published: 10 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Permasalahan utama untuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal nelayan di pesisir adalah pendistribusian bahan bakar yang masih kurang. Untuk mengatasi permasalahan pendistribusian bahan bakar di pesisir Indonesia maka diperlukan penambahan jumlah Floating Fuel Station. Berdasarkan hasil penelitian telah dilakukan, didapatkan data ukuran utama, stabilitas, dan olah gerak. Guna melengkapi data perencanaan selanjutnya penelitian ini dilakukan untuk merencanakan konstruksi ruang muat dan kekuatannya terhadap memanjang kapal dengan bantuan program numerik Finite Element Method (FEM) untuk mengetahui tegangan maksimum yang terjadi. Nilai tegangan maksimum yang dihasilkan  konstruksi melintang ialah 6,198 N/mm2 pada air tenang, 37,72 N/mm2 pada kondisi sagging, N/mm2 pada kondisi hogging. Konstruksi memanjang 3,51 N/mm2 pada air tenang, 21,40 N/mm2 pada kondisi sagging, 12,71 N/mm2 pada kondisi hogging. Kontruksi campuran menghasilkan tegangan maksimum 5,01 N/mm2 pada kondisi air tenang, 30,51 N/mm2 pada kondisi sagging, 18,12 N/mm2 pada kondisi hogging. Dapat disimpulkan bahwa konstruksi memanjang merupakan konstruksi yang paling baik karena memiliki tegangan maksimal yang paling  kecil pada semua kondisi. Jika ditinjau dari segi ekonomis maka sistem konstruksi melintang adalah yang paling baik karena memiliki berat konstruksi yang paling ringan dan masih memenuhi kriteria regulasi
Keywords: Kekuatan Memanjang; Konstruksi; Tegangan Maksimal; Air Tenang; Sagging; Hogging

Article Metrics:

  1. Nugraha, Sandi; E. S. Hadi; B. A. Adietya, “STUDI PERANCANGAN FLOATING FUEL STATION UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR MASYARAKAT NELAYAN PESISIR DI KABUPATEN DEMAK,” Kapal., Vol. 15, no. 2, pp. 51-61, 2018.
  2. Hadi, Eko Sasmito; I. P. Mulyatno; A. R. B. Santosa, “PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL DI KAWASAN PESISIR PANTAI MORO DEMAK DALAM UAPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGHEMATAN BBM,” Kapal., Vol. 12, No. 3, pp. 151–157, 2015.
  3. PT. Pertamina, “KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SPBN/SPDN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN BBM BAGI NELAYAN,” Jakarta, 2016.
  4. Zulfikar, Akhmad Syarif; A. F. Zakki; B. A. Adietya, “ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SELF PROPELLED OIL BARGE SALRA 115 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA LINEAR DAN NONLINEAR,” Kapal., Vol. 3, no. 4, pp. 462-471, 2015.
  5. Rosid, Fajrul Falah; I. P. Mulyatno; E. S. Hadi; “ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL LANDING CRAFT TANK TELUK KATUREI AKIBAT PERUBAHAN FRAMING SYSTEM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA,” Kapal., Vol. 5, no. 3, pp. 502-508, 2017.
  6. Hermawan, Mohammad Budi; H. Yudo; A. F. Zakki, “ANALISA KEKUATAN MEMANJANG PADA KAPAL IKAN MINI PURSE SEINE TRADISIONAL DENGAN KAPAL SESUAI ATURAN BIRO KLASIFIKASI INDONESIA (BKI),” Kapal., Vol. 6, no. 1, pp. 217-222, 2018.
  7. SangAruna, “Floating Bunker Pom Bensin Terapung,” 2011. [Online]. Available: http://sang-aruna.blogspot.com/2011/05/floating-bunker-pom-bensin-terapung.html. [Accessed: 22-Feb-2019].
  8. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Persero. 2018. Rules for Classification and Construction of Sea Going Ship Volume II : Rules for Hull Edition 2018, Jakarta: Biro Klasifikasi Indonesia.
  9. Karisma, I Made Wira; I. P. Mulyatno; G. Rindo, “ANALISA KEKUATAN STRUKTUR PONDASI MESIN DENGAN INTERAKSI TRUST BLOCK PADA KAPAL FERRY 500 GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA,” Jurnal Teknik Perkapalan., Vol. 5, No. 1, pp. 10-15, 2017.
  10. I. P. Mulyatno, B. Arswendo A, and M. Alan, “ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI BRACKET TOWING HOOK PADA TB . BONTANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DAN RULES BKI,” Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan, vol. 9, no. 1, pp. 1–5, Jan. 2013.