Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan, dan Mikrografi Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Propeller Setelah Proses Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time)

*Willson Febriant Tambunan  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 18 Aug 2018; Published: 6 Apr 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Baja ST 60 pada penelitian sebelumnya memiliki kekuatan tarik sebesar 706,47 N/mm2 setelah dilakukan uji tarik
dengan material yang belum mengalami perlakuan panas. Padahal dalam kenyataannya penggunaan material untuk
poros propeller harus diberi perlakuan panas terlebih dahulu agar didapatkan sifat-sifat bahan yang diinginkan.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, kekerasan, dan mikrografi baja ST
60 setelah diberi perlakuan normalizing dengan variasi waktu penahanan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor waktu penahanan panas berpengaruh. Pada uji tarik, spesimen dengan waktu penahanan 20 menit memiliki
kekuatan tarik sebesar 633,53 N/mm2 dan regangan 24,37%. Sedangkan spesimen dengan waktu penahanan 40 menit
memiliki kekuatan tarik sebesar 620,07 N/mm2 dam regangan 22,14%. Pada uji puntir, spesimen dengan waktu
penahanan 20 menit mempunyai kekuatan puntir sebesar 485,82 MPa, spesimen dengan waktu penahanan 40 menit
mempunyai kekuatan puntir sebesar 474,25 MPa. Hasil dari uji kekerasan menunjukkan spesimen dengan waktu
penahanan 20 menit memiliki nilai kekerasan sebesar 195,05 VHN dan spesimen dengan waktu penahanan 40 menit
memiliki nilai kekerasan sebesar 184,92 VHN. Pada uji mikrografi, spesimen dengan waktu penahanan 40 menit
memiliki fasa ferrite yang lebih dominan dibandingkan spesimen dengan waktu penahanan 20 menit. Faktor waktu
penahanan panas berpengaruh pada struktur ferrite dan pearlite yang juga mempengaruhi keuletan, ketangguhan, dan
kekerasan dari baja ST 60 yang diberi perlakuan panas.

Article Metrics:

  1. Jokosisworo, Sarjito. 2009. Analisa Kekuatan Puntir, Lentur Putar dan Kekerasan Baja ST 60 untuk Poros Propeller Setelah Diquenching. Volume 11 Nomor 2 April 2009. Semarang.
  2. Karokaro, Muchtar. 2001. Pengaruh Normalizing Ulang Terhadap Sifat Kelelahan Baja DIN 42MnV7. Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No.1 – ITS Surabaya.
  3. Biro Klasifikasi Indonesia. 2006. Rules for Machinery Installations, Vol. III.
  4. Biro Klasifikasi Indonesia. 2001. Rules for Materials, Vol. V.
  5. Bhaskara Sardi, Vicky. 2018. Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 Terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi. Jurnal Teknik Perkapalan – Volume 6 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro. Semarang.
  6. Pitakkorraras, Sorachai dkk. 2010. Effect of Normalizing Temperature and Time on Microstructures and Mechanical Properties of Hot Rolled Steel Strip for Gas Cylinder Production. Journal of Metals, Materials and Minerals – Vol. 20 No. 30. Thailand.
  7. Nugroho, Adhityo Sarwo. 2014. Pengaruh Proses Normalizing terhadap Nilai Kekerasan dan Struktur Mikro pada Sambungan Las Thermite Baja NP-42. Jurnal Teknik Mesin – Vol. 2 No. 3 – Universitas Diponegoro. Semarang.
  8. Sari, Woro Sekar. 2014. Pengaruh Repeated Normalizing pada Side Frame Berbahan Baja AAR M201 Grade B+ terhadap Perubahan SIfat Mekanik dan Struktur Mikro. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa – Universitas Jember.
  9. Totten, George E. 2007. Steel Heat Treatment. Oregon, Portland.
  10. Salindeho, Robert Denti dkk. 2013. Pemodelan Pengujian Tarik Untuk Menganalisis Sifat Mekanik Material. Jurnal Teknik Mesin – Universitas Sam Ratulangi. Manado.
  11. Putra, Ridwan Redi. 2018. Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 Sebagai Bahan Poros Baling-Baling Kapal (Propeller Shaft) Setelah Proses Tempering. Jurnal Teknik Perkapalan – Volume 6 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro. Semarang