Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering

*Ridwan Redi Putra  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk  memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan  lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin udara suhu ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik puntir, tarik, kekerasan dan struktur metalografi pada material baja ST 60 setelah proses tempering. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 60 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 737,72 Mpa, kekuatan tarik 853, 49 Mpa dan kekerasan brinell sebesar 325,6 BHN.

Keywords: Heat Treatment; Tempering; Uji Puntir; Uji Tarik; Uji kekerasan

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia, 2001, “Rules for Machinery Instalation, Vol.III”.
  2. Jokosisworo, Sarjito. 2009. Analisa Kekuatan Puntir, Lentur Putar dan Kekerasan Baja ST 60 untuk Poros Propeller setelah diquenching. Jurnal Teknik Perkapalan Undip Volume 11 Nomor 2 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  3. Amanto Hari dan Daryanto, 1999. Ilmu Bahan, Jakarta Smar Grafika Offset.
  4. Djafri, Sriati. 1990. “Dasar Metalurgi untuk Rekayasa”. Terjemahan dari Essential Metallurgy for Engineers. Jakarta: Erlangga.
  5. Biro Klasifikasi Indonesia, 2001, “Rules for Materials, Vol.V”.
  6. Alexander dkk, Sriatie Djaprie, 1990. Dasar Metalurgi untuk Rekayasawan, Jakarta Gramedia.
  7. Zuhaimi, Fatigue Strengh Baja NS 4340 setelah mengalami Tempering. Skripsi Sarjana FT Politeknik Negeri Lhokseumawe :tidak diterbitkan.
  8. Haryadi, Gunawan Dwi. 2006. Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Ppada Baja K-460. Jurnal Teknik Mesin Undip Volume 8 Nomor 2 Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro.