Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Terhadap Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas)

*M. Idam Titahgusti  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 24 May 2018; Published: 7 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar hasil sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam penyambungan aluminium karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada aluminium 6061 setelah pengelasan menggunakan las TIG dan MIG dengan jenis sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan las dari pengelasan MIG memiliki kekuatan tarik serta regangan rata-rata sebesar 109.16 MPa dan 8.27%, yang lebih baik daripada sambungan las pengelasan TIG, yaitu sebesar 73.61 MPa dan 7.93%. Sedangkan kekuatan impak rata-rata yang dihasilkan dari sambungan las menggunakan pengelasan TIG memiliki kekuatan impak sebesar 0.063 J/mm2 yang lebih baik daripada sambungan las menggunakan pengelasan MIG yaitu sebesar 0.056 J/mm2. Perubahan struktur mikro dari sambungan las menggunakan pengelasan MIG memiliki tingkat kerapatan yang lebih baik dibandingkan pengelasan TIG, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las MIG terlihat lebih menyatu dan dapat bersubtitusi yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).

Keywords: Aluminium 6061; Pengelasan TIG; Pengelasan MIG; Tarik; Impak; Mikrografi

Article Metrics:

  1. Aljufri, Ginting, A., Hamsi, A., & Sibarani, H. 2007. Pengaruh Variasi Sudut Kampuh V Tunggal dan Arus Pada Sambungan Logam Aluminium-Mg 6083 Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan TIG. Jurnal Saintek, 5(2), 14
  2. ASM Aerospace Specification Metals Inc. 2018. ASM Material Data Sheet. Diambil dari : http://asm.matweb.com/search/Spe cificMaterial.asp?bassnum=ma6061t6. (05 Februari 2018)
  3. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate. USA
  4. ASTM E23/E23-07aE1. 2007. Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials. USA
  5. Jones D (n.d). 2015. Pengertian Pengelasan. Diambil dari: http://www.pengelasan.com/2014/06/pengertianpengelasanadalah.html. (05 Januari 2018)
  6. Majanasastra, R. B. 2016. Analisis Sifat Mekanik Dan Struktur Mikro Hasil Proses Hydroforming Pada Material Tembaga (Cu) C84800 Dan Aluminium Al 6063. Jurnal Imiah Teknik Mesin Universitas Islam 45 Bekasi , 19-29
  7. Malau, V. 2008. Pengaruh Perlakuan Panas Quench Dan Temper Terhadap. Jurnal Media Teknik, 2, 189
  8. Metallography and Microstructure. 2004. ASM Metals Handbook, Vol 9
  9. Nurhafid, Aji. 2017. Analisa Pengaruh Perbedaan Feed Rate Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Aluminium 6061 Metode Pengelasan Friction Stir Welding. Jurnal Teknik Perkapalan, 5(2), 473-481
  10. Setiaji, R. 2009. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI
  11. Setiawan, A. 2016, Januari 19. DEFINISI PENGELASAN MENGGUNAKAN LAS MIG. Diambil dari: www.indotara.co.id: http://www.indotara.co.id/definisi-pengelasan-menggunakan-las-mig&id=213.html. (05 Januari 2018)
  12. Sunaryo, H. 2008. Teknik Pengelasan Kapal Jilid 1 untuk Sekolah Menegah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  13. Susetyo, F. B., Syaripuddin, & Hutomo, S. (2013). Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, 4(2), 13
  14. Wibowo, Farid Wahyu. 2013. Pengaruh Holding Time Annealing Pada Sambungan Smaw Terhadap Ketangguhan Las Baja K945 EMS45. Semarang: Fakutas Teknik, Universitas Negeri Semarang
  15. Wiryosumarto, H., & Okumura, T. 2000. Teknologi Pengelasan Logam. jakarta: Pradnya paramita
  16. Yuwono, A. H. 2009. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi Dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia