Analisa Perbandingan Propeller Berdaun 4 Pada Kapal Trimaran Untuk Mengoptimalkan Kinerja Kapal Menggunakan Metode CFD

*Adri Zakky Zain  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Iqbal  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Baling – baling pada kapal trimaran  membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan hasil kecepatan yang tinggi. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 3 jenis baling -  baling berdaun 4 yaitu B-4series, Au – 4 Outline Gawn Series dan Kaplan-4 series dengan menyamakan beberapa aspek yaitu diameter, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang paling cocok untuk kapal trimaran KRI klewang II, dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari ketiga  model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B-4  Series pada Rpm 450 dengan nilai thrust  28213,92 N, nilai torque 6591,75  N.m, nilai rata-rata pressure 8098,56 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata 17,95 m/s.

Keywords: Hambatan; Trimaran; CFD; Propeller; b-4 series; au-4 outline series; kaplan series

Article Metrics:

  1. Clarendon Press, Oxford, The New Shorter Oxford English Dictionary, English,1993, Vol. 2 N-Z
  2. Prof Joulbert, P.N, 2004, Some Aspect of Submarine Design Part 1 Hydrodynamics, Australian Goverment: Australian
  3. Poul Anderson, Jens J.Kappel, Eugen Spangenberg, 2009, Aspects of Propeller Developments for a Submarine, Department
  4. Harvald, Sv, Aa. 1992. Tahanan dan Propulsi Kapal. Surabaya : Airlangga University Press
  5. Carlton, J.2007. Marine Propellers and Propulsion, 2nd Edition. Butterworth-Heinemann
  6. Carlton, J.2007. Marine Propellers and Propulsion, 2nd Edition. Butterworth-Heinemann Penta, AB Volvo, 1998, Inboard Propellers and Speed Calculation Marine Engines 2.1L-1.6L, Technical Information Dept.42200 Gotteborg: Sweden
  7. Cahyaning Ati,Wisnu, 2011, Analisa Pengaruh Variasi Sudut Rake Propeller B-Series Terhadap Distribbusi Aliran Fluida Dengan Metode CFD, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, ITS: Surabaya
  8. Simbolon, Herbet. 2015, Analisa Nilai Maximum Thrust Propeller B-Series dan Kaplan Series Pada kapal Tugboat Ari 400 HP dengan Variasi Diameter, Jumlah Daun, Sudut Rake Menggunakan CFD, Tugas akhir, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP : Semarang.
  9. Purwanto, Ajib Wahab, 2014, Analisa pengaruh variasi hullform terhadap hambatan total kapal selam dengan Metode CFD, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP: Semarang
  10. Huda,Nurul, 2013, Analisa pengaruh Energy Saving Device pada Propeller dengan Metode CFD, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP: Semarang
  11. Dimas Bagus Darmawan, 2016, Analisa Pengaruh Sudut Kemiringan Hub Propeller Tipe B-Series Pada Kapal Selam Tipe Menengah Untuk Mengoptimalkan Kinerja Kapal Selam Dengan Metode CFD, Penelitian, Jurusan Teknik Perkapalan, UNDIP: Semarang