Analisa Pengaruh Suhu Kempa Dan Waktu Kempa Terhadap Kualitas Balok Laminasi Bambu Petung Untuk Komponen Konstruksi Kapal Kayu

*Fakhrul Arifin  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Sarjito Jokosiworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Laminasi bambu petung (Dendrocalamus asper). Alasan penggunaan bambu petung sebagai material pengganti dalam struktur kapal perikanan adalah bambu petung memiliki sifat mekanis yang baik, ringan, memiliki dinding yang tebal dan kokoh, mudah dalam penanganan dan pengerjaannya, mudah didapatkan serta murah harganya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tarik kuat lentur dan kuat tekan maksimum bambu laminasi dari jenis bambu petung dengan 2 variasi suhu dan waktu kempa (80°C, 100°C, 120°C, 130°C dan 140°C ) selama 30 & 60  menit. Pengujian tarik menggunakan standar SNI 03-3399-1994,uji kuat lentur  mengacu pada standart SNI 03-3960-1995 pengujian tekan menggunakan standar SNI 03-3958-1995. Setelah dilakukan pengujian, dapat disimpulkan bahwa kuat tarik laminasi bambu  petung dengan waktu kempa 60 menit  dengan suhu 120°C  dengan hasil 114.91 Mpa, dan kuat lentur  laminasi bambu petung dengan waktu kempa 60 menit dengan suhu 100°C  dengan hasil 122.07 Mpa, Sebaliknya kuat tekan laminasi bambu petung dengan suhu 80°C  dengan hasil 49,76 Mpa.

Article Metrics:

  1. Morisco. 1999. Rekayasa Bambu, Nafiri Offset. Yogyakarta
  2. Prayitno TA. 1995. Pengujian Sifat Fisika dan Mekanik Kayu meurut ISO. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada
  3. Standar Nasional Indonesia (SNI). 1994. Metode pengujian kuat tarik kayu di laboratorium (SNI 03-3399-1994). Indonesia: Badan Standardisasi Nasional
  4. Standar Nasional Indonesia. 1995. Metode pengujian kuat tekan kayu di laboratorium (SNI 03-3958-1995). Indonesia: Badan Standardisasi Nasional
  5. Sulistianingsih, M. I., Beberapa sifat bambu lamina yang terbuat dari tiga jenis bambu. Indonesia
  6. BKI. 1996. Buku Peraturan Klasifikasi dan Konstruksi Kapal Laut, Peraturan Kapal Kayu. Indonesia: Biro Klasifikasi Indonesia