Studi Kasus Puntiran Pada Konstruksi Bangunan Baru Kapal Kontainer Sunship Eurocoaster

*Rogit Billy Daichi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Good Rindo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas yaitu luas laut kedaulatan 3,1 juta km², dan luas laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta km². Kapal adalah alat transportasi yang digunakan di laut untuk mengangkut barang ke berbagai pulau dan negara. Kemudain muncul kapal kontainer sebagai pengangkut muatan yang terkemas pada peti-peti kemas. Kapal ini mempunyai bukaan palkah yang lebar , maka harus diperhatikan besar tegangan kapal saat kapal berlayar. Puntiran terjadi akibat adanya gaya yang bekerja berlawanan arah terhadap kedua ujungnya . Dalam Pelayarannya kapal mengalamai puntiran . Puntiran pada kapal terjadi akibat peletakan barang yang tidak simetris terhadap bidang centre line , hal ini berpengaruh pada kekuatan kapal , maka dari itu Konstruksi kapal dibuat sedemikian rupa sehingga barang yang ada didalamnya terjamin keamanan dari kerusakan dan lain-lain. Kapal yang diteliti adalah kapal kontainer bangunan baru Sunship Eurocoaster dan belum terdapat rules tentang puntiran pada BKI . Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga . Dengan menggunakan Rules Germanischer Lloyd didapatkan tegangan maksimum (von misse) sebesar 3,12 x 108 N/m² pada respon I , 2,87 x 108 N/m² pada respon II , 2,48 x 108 N/m² pada respon III dan deformasi sebesar 9,62 x10-2m pada respon I , 2,12 x10-1m pada respon II , 3,11 x10-1m pada respon III.  Dengan menggunakan Rules Nippon Kaiji Kyokai didapatkan Tegangan maksimal (von misse) sebesar 2,99 x 108 N/m² terjadi pada respon I , 2,75 x 108 N/m² pada respon II , 2,37 x 108 N/m² pada respon III dan deformasi sebesar 9,20 x 10-2 m pada respon I , 2,03 x 10-1 m pada respon II , 2,97 x 10-1 m pada respon III .

Keywords: kapal kontainer; puntiran; von misse; deformasi; BKI ; Germanischer Lloyd; Nippon Kaiji Kyokai; metode elemen hingga

Article Metrics:

  1. Claude Daley . “Ship Structure I , Faculty Of Engineering And Applied Science Memorial University St. John’s CANADA.
  2. Herbert Becker , “A Broad View Of TorsionEffects In Ship” , SNAME , 1972..
  3. Germanischer Lloyd “Longitudinal Strength” Section 5 C , Hamburg , 2016.
  4. Nippon Kaiji Kyokai “Guidelines For Hull Girder Torsion Strength Assessment” , Tokyo 2015 .
  5. Oktovianto, Rudi. 2011. “Analisa Tegangan Geser Pada Struktur Cincin Kapal Chemical Tanker 6200 DWT”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
  6. Qaqa, Dwi. 2012. “Tegangan Geser Pada Struktur Kapal Kontainer”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya