Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Asiwung Raja (Typha Angustipholia) Sebagai Alternatif Bahan Komposit Untuk Komponen Kapal Ditinjau dari Kekuatan Tekuk dan Impak

*Khaeru Roziqin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Asiwung raja (Typha Angustipholia) tanaman sejenis rumput besar yang hidup di rawa-rawa, daun asiwung raja banyak di gunakan sebagai bahan pembuat tikar akan tetapi seiring berkembang nya teknologi penggunaan tikar berbahan daun asiwung raja semakin di tinggalkan dan beralih menggunakan tikar berbahan sintetis. Dari pertimbangan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tekuk dan kekuatan Impak dari komposit berpenguat serat Asiwung raja dengan variasi pola sudut 0°, 22,5° dan 45° Sebagai penguat menggunakan matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan mekanis kemudian dibandingkan dengan nilai kekuatan mekanis yang disyaratkan/diijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat Asiwung raja arah serat sudut 0º, 22,5º dan 45º, dengan fraksi volume 60% matrik polyester dan 40% serat asiwung raja, menggunakan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan uji tekuk tertinggi pada sudut 0° dengan nilai 28.01 N/mm2 dan modulus elastisitas dengan nilai 2112.94 N/mm2 dan nilai uji impak tertinggi pada sudut 0° dengan nilai 0.024 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekuk dan  modulus elastisitas dari komposit berpenguat serat Asiwung Raja belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kuat tekuk dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kuat tekuk 150 N/mm2 dan modulus elastisitas 6860 N/mm2

Keywords: Asiwung Raja; Embet; Wawalingan; modulus elastisitas; tekuk; impak

Article Metrics:

  1. Anonim, 2004. “Annual Book ASTM Standart”, USA
  2. Biro Klasifikasi Indonesia,1996.”Rules and Regulation for The Classification and Construction of Ships”
  3. Ellyawan. 2008. Panduan Untuk Komposit. dipetik maret 2012 dari http:// www.ellyawan.dosen.akprind.ac.id
  4. Gibson, R. F. (1984). Pinsiple of Composite Material Mechanics. New York: Mc Graw Hill
  5. Hartono Yudo, Sukanto Jatmiko, 2008 “Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Ampas Tebu (Baggase) Ditinjau dari Kekuatan Tarik dan Impak” Jurnal Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  6. Kristanto, 2007 “Analisa Teknis dan Ekonomis Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Alternatif Bahan Komposit Pembuatan Kulit Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tarik”.Tugas Akhir Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  7. K. Van Rijswijk, W.D Brouwer and A. Beukers, 2001 “Application of Natural Fibre Composites In The Development of Rural Societies”, Structures and Materials Laboratory, Faculty of Aerospace Engineering, Delft University of Technology
  8. Sarjito Jokosisworo, 2009 “Pengaruh Penggunaan Serat Kulit Rotan Sebagai Penguat Pada Komposit Polimer Dengan Matriks Polyester Yukalac 157 Terhadap Kekuatan Tarik dan Dan Tekuk” Jurnal Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro