Variasi Jumlah Lubang Outlet Mixer Converter Kit Untuk Mencari Torsi Maksimum Pada Mesin 6.5 PK Menggunakan Bahan Bakar LPG

*Yudha Adhitiya Wardhana  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Emisi gas buang bahan bakar cair lebih tinggi dari bahan bakar gas yang bisabmengakibatkan pemanasan global, salah satu dampaknya adalah perubahan iklim seperti yang terasa saat ini. Cadangan gas bumi di Indonesia memungkinkan Indonesia menjadi penghasil energi gas terbesar di dunia apabila dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik sebagai bahan bakar yang memenuhi dengan adanya konverter bagi nelayan. Nelayan mampu untuk menjalankan kapal dengan gas dikarenakan gas amatlah murah harganya dan mudah didapat.Penambahan alat bantu berupa Mixerconverter kit pada mesinlongtailYamaha MZ200 dengan memberikan 3 variasi dari 4,6 dan 8lubang outlet pada mixer dapat menghasilkan performa mesin dan nilai konsumsi BBG yang berbeda. Adapun keunggulan dari Variasi mixer yaitu dapat menyesuaikan kebutuhan dari nelayan untuk mengutamakan efisiensi biaya dan mengesampingkan tenaga yang di hasilkan oleh mesin atau Lebih mengutamakan efisiensi tenaga yang di hasilkan oleh mesin dan mengesampingkan efisiensi biaya.Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa variasi lubang mixer yang memiliki 8 lubang outlet mampu menghasilkan kecepatan (4,75Knot) pada Rpm 3200. Untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik, maka dapat menggunakan variasi mixer dengan 4,6 dan 8 lubang outlet pada Rpm 2300 karena menghasilkan kecepatan optimal dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.

Keywords: Mixer Converter Kit; Konsumsi BBG; Performa mesin

Article Metrics:

  1. Adji,Surjo W.2005.Engine Propeller Matching.
  2. Harvald, S A (1983), Resistance and Propulsion of Ships, John Wiley and Sons, Toronto, Canada.
  3. https://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/canrang/
  4. Achmad,Fauzan HS.2008. Desain Converter kit Modifikasi sistem bahan bakar motor bensin menjadi bahan bakargas. Universitas Muhamadiyah Malang.
  5. Leksono, S., Nurcholis (2007), “Teknologi Tepat Guna pada Sistem Propulsi dan Kemudi Armada Kapal Ikan Tradisional untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kinerja Kapal”, Prosiding Seminar NasionalKelautan III, Eds: Taufiqurrohman, M. et al., Universitas Hang Tuah, Surabaya, hal. 57-70.
  6. Molland, A.F. (2008), A Guide to Ship Design, Construction and Operation, TheMaritime Engineering Reference Book, Butterworth- Heinemann,Elsevier.
  7. Raup, M Abdurrohman.2011.Engine Propeller Matching pada MT Nusantara Shipping Line Akibat Perubahan Sistim Propulsi.SkripsiSarjanaPada FT UNDIP Semarang:tidakditerbitkan.
  8. Rahardjo ,Oktavian.2008. Pengaruh Bentuk Buritan Terhadap Penempatan SIstem Penggerak Kapal. Thesis padaITS Surabaya: Tidak diterbitkan.
  9. Wibowo, Ari.2014. KapalPerikanan. Semarang: 2014.