ANALISA KEKUATAN MEKANIK SAMBUNGAN LAS METODE MIG( METAL INERT GAS) DAN METODE FSW( FRICTION STIR WELDING) 800 RPM PADA ALUMUNIUM TIPE 5083

*Anggoro Prabu Dewanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, , Indonesia
Published: 1 Jul 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pemilihan metode pengelasan yang efektif berguna untuk industri galangan. Khususnya galangan kapal aluminium. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode pengelasan yang berbeda yaitu metode MIG (Metal Inert Gas) dan metode FSW (Friction Stir Welding). Material Alumunium yang digunakan adalah Al 5083. Pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) menggunakan jenis sambungan pengelasan single V-butt joint dengan sudut 60°. Tegangan dan arus yang digunakan adalah 22V dan 220 A dengan elektroda ER 5356. Dan pada pengelasan FSW (Friction Stir Welding) menggunakan putaran tool 800 RPM dan Travel Speed 30 mm/min. Pengujian di lakukan uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada metode pengelasan MIG (Metal Inert Gas) menghasilkan pengelasan yang lebih sempurna atau lebih baik dengan memberikan nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 99,35 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 1,9%. Sedangkan pada metode FSW (Friction Stir Welding) hanya memperoleh nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 29,62 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 0,5%. Selain meggunakan hasil Uji Lab juga dilakukan analisa menggunakan software Ansys LS-Dyna dengan hasil kekuatan Tarik tertinggi pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) sebesar 72,6  N/mm. dan pada pengelasan FSW (Friction Stir Welding) sebesar 25,9 N/mm2 .

Keywords: Aluminium 5083; Pengelasan MIG; Pengelasan FSW; Kekuatan Tarik; Ansys LS-DynA

Article Metrics: