ANALISIS POTENSI TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM REVITALISASI TUNA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA

*Sri Lestari  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anhar Solichin  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suradi Wijaya Saputra  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Apr 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 350 183
Abstract

Analisis potensi ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan evaluasi program revitalisasi tuna bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program tersebut terhadap peningkatan potensi dan pemanfaatan tuna khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi ikan Tuna Sirip Kuning melalui analisis produksi, struktur ukuran ikan, L50% dan sifat pertumbuhan ikan Tuna Sirip Kuning, mengetahui perkembangan kapal dengan alat tangkapnya, mengevaluasi program revitalisasi tuna dan merumuskan langkah-langkah pengelolaan sumberdaya perikanan Tuna Sirip Kuning di perairan Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober – 20 Desember 2014 yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Gunungkidul. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak 4 kali dengan rincian 8 kapal/ perahu setiap sampling. Data primer diperoleh dari perhitungan ukuran panjang dan berat ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Sadeng. Data sekunder yang dikumpulkan  berupa data jumlah produksi dan data revitalisasi Tuna Sirip Kuning yang terdiri dari data ukuran ikan dan data harga ikan pada tahun 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penangkapan Tuna Sirip Kuning cenderung growth overfishing dan terjadi penurunan ukuran hasil produksi yang ditandai dengan nilai modus tertinggi 27 cm, L50% 32 cm dan L sebesar 210,53 cm menunjukkan bahwa hasil tangkapan belum layak karena berdasarkan perhitungan nilai L50% < ½ L sedangkan modus tertinggi selama penelitian < L50% menyebabkan ukuran hasil tangkapan tergolong kecil. Nilai CPUE dengan trip standart kapal motor selama penelitian tinggi tetapi, ukuran ikan produksi tergolong kecil dan belum layak tangkap. Sedangkan nilai faktor kondisi sebesar 1,28. Keadaan ini menggambarkan bahwa upaya revitalisasi tuna di Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun terakhir belum tercapai secara maksimal.

 

Analysis of the potential of Yellow Fin Tuna (Thunnus albacares) and tuna revitalization program evaluation was useful to determine how much influence the program to increase the potential and utilization of tuna, especially in Gunungkidul. This study was conducted to determine the potential of Yellow Fin Tuna through the analysis of productions, the size of fish’s structure, L50% and growth properties of Yellow Fin Tuna, determine the development of the boat with fishing gear, evaluate tuna revitalization program and formulate measures Tuna fisheries resource management Yellow Fin in the waters of Gunungkidul. The study was conducted on 13 October to 20 December 2014 that was located in the Port of Coastal Fisheries (PPP) Sadeng, Gunung. The method used in this study was a survey method, with a random sampling technique. The data used were primary and secondary data. The sampling was carried out 4 times with details of 8 ships / boats each sampling. Primary data were obtained from the calculation of the length and weight of Yellow Fin Tuna that catches and landed in PPP Sadeng. Secondary data were collected in the form of data on the number of production and the data of Yellow Fin Tuna revitalization consisting of the data of fish size and fish price in 2010-2014. The results showed that the condition of the cathes of Yellow Fin Tuna tend to be growth overfishing and a the size of the products were too small that marked with the highest mode of value was 27 cm, L50% was 32 cm and L 210.53 cm indicate that the catch was not feasible because the calculation was based on the value of L50% < ½ L while the highest mode for research was < L50% caused the size of the catch was small. CPUE values with standard boat trip during studies was high, however, the size of the fish production was small and not worth to be catching. While the value of the condition factor was 1,28. This situation illustrates that the revitalization of tuna in Gunungkidul during the last 5 years has not reached its full potential.

Keywords: Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares); L 50%; Revitalisasi Tuna; PPP Sadeng

Article Metrics: