skip to main content

Status dan Implikasi Pengelolaan Perikanan Tangkap Skala Kecil yang didaratkan di Kabupaten Pemalang Berdasarkan CPUE–MSY

1Magister Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Balai Besar Penangkapan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan , Indonesia

3dan Perikanan, Indonesia

Received: 10 Jul 2026; Revised: 13 Aug 2026; Accepted: 7 Sep 2026; Available online: 8 Oct 2026; Published: 8 Oct 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES)
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Pengelolaan perikanan tangkap skala kecil di Kabupaten Pemalang menghadapi tekanan pemanfaatan akibat tingginya
intensitas penangkapan dan keterbatasan pengelolaan berbasis keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi
sumber daya ikan melalui pendekatan Catch Per Unit Effort (CPUE) dan Maximum Sustainable Yield (MSY), serta mengkaji
aspek sosial ekonomi dan kelembagaan dalam sistem perikanan. Penelitian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 di
lima lokasi pendaratan ikan dengan pendekatan mixed methods. Analisis MSY dilakukan menggunakan data produksi
sekunder periode 2005–2024 yang diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang dengan model produksi surplus
Schaefer. Data CPUE dihitung berdasarkan data primer hasil kuisioner terhadap 100 nelayan di lima TPI. Data sosial
ekonomi dan kelembagaan juga diperoleh melalui survei yang sama. Hasil menunjukkan nilai CPUE berkisar 4,29–15,20
ton/trip dengan kecenderungan menurun pada intensitas penangkapan yang tinggi. Estimasi menunjukkan effort optimum
(Emsy) sebesar ±2.326 trip/tahun dan MSY sebesar ±19.730 ton/tahun. Produksi aktual periode 2020–2024 berada pada
kisaran 18.096–22.366 ton/tahun, yang menunjukkan bahwa pemanfaatan telah mendekati bahkan melampaui batas
optimum, namun dicapai dengan effort yang lebih tinggi dari kondisi lestari. Kondisi sosial ekonomi nelayan masih rentan
akibat ketergantungan pada hasil tangkapan harian, rendahnya tingkat pendidikan, serta keterbatasan akses permodalan.
Secara kelembagaan, sistem telah terbentuk namun belum optimal dalam koordinasi dan implementasi. Hasil ini menegaskan
pentingnya pengendalian effort, penguatan kapasitas nelayan, dan sinergi kelembagaan untuk menjaga keberlanjutan sumber
daya ikan.
Keywords: CPUE, kelembagaan, MSY, perikanan tangkap, sosial ekonomi
Funding: Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Ariadi, H., R. A. N. Hasan, T. Mujtahidah, dan A. Wafi. 2022. Peluang Pengembangan Produksi Perikanan Tangkap di Wilayah Kabupaten Tegal dan Pekalongan pada Masa Mendatang. AGROMIX. 13(2): 152–158
  2. Batubara, R.W., A. Suherman, dan A. K. Mudzakir. 2021. Pola Musim Penangkapan Ikan Kembung yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong Pemalang. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 27(4): 221–230
  3. Hasan, R. A. N., P. W. Purnomo, A. K. Mudzakir, dan I. T. Risda. 2025. Enhancing Marine Ecosystem Resilience through Strategic Deployment of Fish Apartments: A Case Study of the Fuji Lestari Program in Karang Jeruk, Indonesia
  4. AACL Bioflux. 18(1): 521–534
  5. Hasan, R. A. N., O. Rahardjo, dan N. T. Bachtiar. 2025. Impact Analysis of the Fuji Lestari Program on Fish Resource Recovery and the Advancement of Sustainable Development Goal 14 (Life Below Water) in the Java Sea (Fisheries Management Area 712), Indonesia. International Journal of Marine Engineering and Applications. 2(1): 33–43
  6. Kokkalis, A., C. W. Berg, M. S. Kapur, H. Winker, N. S. Jacobsen, M. H. Taylor, M. Ichinokawa, M. Miyagawa, W. Medeiros-Leal, J. R. Nielsen, dan T. K. Mildenberger. 2024. Good Practices For Surplus Production Models. Fisheries Research. 275: 107010
  7. Kalih, L. A. T. T. W. S., D. Y. Sativa, K. Kasim, M. Zaeni, E. R. Islamiah, H. Hamid, dan L. G. Sumahiradewi. 2024. Analisis Kondisi Populasi dan Keberlanjutan Perikanan Lemuru di Teluk Awang. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 15(1): 1–10
  8. Maghfiroh, A., A. Setyaningrum, E. Masduqi, dan P. K. Widyaputra. 2024. Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Laut di Kabupaten Pemalang Tahun 2018–2021. Proceeding of ITY Green Technology
  9. Natsir, M., G. S. N. Adnina, D. R. Rizal, S. Agustina, O. P. Darmono, I. D. Hartati, A. Rosdiana, H. Retnoningtyas, dan I. Yulianto. 2024. Determining Demersal Fisheries Status in Fisheries Management Area (FMA) 712 under Data Limited Situation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 1400(1): 012036
  10. Neka, W., M. Fattah, D. Sofiati, dan A. Anandya. 2025. Status Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Lemuru di Perairan Grajagan, Banyuwangi. Jurnal Akuatiklestari. 9(1): 27–36
  11. Suhery, N., M. M. Jaya, L. T. Khikmawati, W. Sarasati, Y. E. Tanjov, dan R. F. Larasati. 2023. Keterkaitan Musim terhadap Pola Penangkapan Ikan Lemuru di Selat Bali. Marine Fisheries. 14(1): 77–90
  12. Werner, A. S., M. R. Hirt, R. Ryser, K. Lancker, G. Albert, M. Quaas, C. Rackauckas, B. Gauzens, and U. Brose. 2025. Maintaining Ecological Stability for Sustainable Economic Yields of Multispecies Fisheries. Nature Communications. 16: 8425
  13. Zeller, D., D. Pauly, V. Mamouridis, G. M. S. Vianna, and M. A. Ansell. 2021. Fishing Effort and Associated CPUE for Small-Scale Fisheries. Frontiers in Marine Science. 8:707999

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.