skip to main content

Hubungan Tekstur Sedimen dan Kandungan Bahan Organik di Perairan Pulau Gede dan Sekitarnya, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. Prof Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah-50275, Indonesia

Received: 14 Nov 2025; Revised: 4 Feb 2026; Accepted: 10 Apr 2026; Published: 10 Apr 2026.
Open Access Copyright (c) 2026 Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES)
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Keindahan Pantai Pasir Putih Pulau Gede, Rembang, tidak hanya terletak pada warna pasir yang khas, tetapi juga pada kompleksitas proses biogeokimia yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur sedimen, menganalisis kandungan bahan organik, serta hubungan keduanya. Sampel sedimen diambil dari 9 stasiun pada kedalaman 0-5 meter di sepanjang garis pantai di Pulau Gede dan sekitarnya pada Juli 2023. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis tekstur sedimen dilakukan dengan metode pipet sedimen, sedangkan kandungan bahan organik diukur dengan metode loss on ignit. Hasil penelitian menunjukkan dominasi fraksi tanah liat di sebagian besar stasiun, terutama di daerah yang dekat dengan muara sungai. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara persentase fraksi tanah liat dan kandungan bahan organik (r = 0,85, p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa jarak dari muara sungai merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap distribusi tekstur sedimen dan kandungan bahan organik. Sedimen yang lebih halus dan kaya akan bahan organik ditemukan di dekat muara sungai, menunjukkan pentingnya input bahan organik dari darat. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan lingkungan pesisir Pulau Gede, terutama dalam hal perlindungan habitat bentik dan pengendalian polusi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji dinamika sedimen musiman dan pengaruh perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir.
Keywords: Tekstur sedimen, Bahan organik, Pulau Gede, Rembang

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
  1. Adharani, N., R. I. Affandi, N. F. Rachmawati, W. Sukendar, B. D. H. Setyono, S. Gaffar, dan W. A. Diamahesa. 2024. Pengantar Ilmu Perikanan dan Kelautan. Tohar Media, 3(4): 12-22
  2. Bärlocher, F. 2005. The Role of Temperature in the Decomposition of Organic Matter in Aquatic Ecosystems. Freshwater Biology, 50(8): 1251-1260
  3. Berg. 2015. The Role of Sediment Texture in Organic Matter Storage. Journal of Soil Science, 80(4): 457-467
  4. Borges, A. V., dan N. Gypens. 2010. Carbonate Chemistry in Coastal Waters: The Role of Salinity in Nutrient Cycling. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 87(1): 131-140
  5. Buchanan, J.B. (1971). Sediment Analysis in Home And Melntryre. Method for Study of Marine Bethos. Blackel Scientific Publication, London: 387
  6. Fitzgerald, D. M., dan H. A. C. 2005. Sediment Dynamics and Geomorphology in Coastal Systems: Implications for Management. Coastal Management, 33(1): 1-18
  7. Ghosh, A., dan P. Sharma. 2013. Influence of Sediment Texture on the Dynamics of Aquatic Ecosystems. Journal of Environmental Management, 127: 153-163
  8. Harahap, Y. A., E. Miswar, A. Fuadi dan M. Arif. 2023. Pemetaan Daerah Potensial Penangkapan Rajungan (Portunus Pelagicus) di Perairan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Barakuda, 5(1): 1-11
  9. Harris, G. P. (1986). Salinity and its Effects on Aquatic Ecosystems. Limnology and Oceanography, 31(5): 949-964
  10. Hertika, A. M. S., R. B. D. S. Putra, dan S. Arsad. 2022. Kualitas Air dan Pengelolaannya. Universitas Brawijaya Press. 1(2): 1-10
  11. Indrayati, A., dan W. Setyaningsih. 2017. Mengungkap Potensi Kabupaten Rembang Sebagai Geowisata dan Laboratorium Lapangan Geografi. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 14(1): 1-17
  12. Khosravi, A., M, Zarei., O. Sracek dan M., Bigalke. 2019. Geochemical and Hydrological Controls of Arsenic Concentrations Across the Sediment–Water Interface at Maharlu Lake, Southern Iran. Applied geochemistry,102: 88-101
  13. Lal, R. 2006. Soil Carbon Sequestration Impacts on Global Climate Change and Food Security. Science, 304(5677): 1623-1627
  14. Mann, K. H., dan J. Alexander. 2006. Ecosystem Approaches to Management of Coastal Fisheries. Fisheries Research, 81(1): 1-10
  15. Maulina, D. R. A., D. Pringgenies, dan D. Haryanti. 2024. Kandungan Logam Berat Pb dan Cd dalam Sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang, Semarang. Journal of Marine Research, 13(1): 20-28
  16. Morrison. 2014. Clay Mineralogy and Organic Matter in Coastal Sediments. Marine Ecology Progress Series, 501: 13-27
  17. Munawaroh, U. 2015. Terpaan Berita Kriminal Geng Motor di Surat Kabar Harian Samarinda Pos (Sapos) dalam Menumbuhkan Kewaspadaan Masyarakat di Samarinda (Studi pada Masyarakat Perumahan Puri Indah RT 02 Kelurahan Sungai Kapih). E-Journal Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Mulawarman, Samarinda, 3 (2): 293- 305
  18. Munafi, A. B. A., M. Ikhwanuddin dan M. N. Azra. 2020. Effects of Temperature on The Whole Body Fatty Acid Composition Andhistological Changes of The Gills in Blue Swimmer Crabs,Portunus Pelagicus. Aquaculture Reports, 16: 1-6
  19. Pamuji, A., M. R. Muskananfola dan C. A'in 2015. Pengaruh Sedimentasi terhadap Kelimpahan Makrozoobenthos di Muara Sungai Betahwalang Kabupaten Demak. Jurnal Saintek Perikanan, 10(2): 129-135
  20. Peterson, C. H., dan J. A. 2006. Biodiversity and Sediment Composition: Insights from Marine and Freshwater Ecosystems. Biodiversity and Conservation,15(7): 2263-2281
  21. Pradekso, R. H., D. Ayuningrum, dan P. W. Purnomo. Analisis Tutupan Tunicata (Kelas: Ascidiacea) Di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu Dengan Menggunakan Coral Point Count with Excel extensions (CPCe)," Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 12(2): 95-101
  22. Rifardi. 2012. Ekologi Sediment Laut Modern. Edisi revisi. UR PRESS Pekanbaru
  23. Rosenberg. 2016. Bioturbation and Organic Matter Dynamics in Aquatic Ecosystems. Marine Ecology Progress Series, 550: 1-15
  24. Silaban, R., D. T., Silubun dan A. A. R., Jamlelan. 2021. Aspek Ekologi Dan Pertumbuhan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Letman, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Kelautan, 14 (2):120-131
  25. Sarianto, D., S. A. Ikhsan, R. B. K. Haris, T. D. Prameshty, dan Djuanidi. 2019. Sebaran Daerah Penangkapan Alat Tangkap Sondong di Selat Rupat Perairan Kota Dumai. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 14(1): 1-6
  26. Shepard, F.P. 1954. Nomenclature Based on Sand-Silt-Clay Ratios. Journal of Sedimentary Petrology, 24: 151-158
  27. Simanjuntak, M. 2007. Oksigen Terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat, Pulau Bangka. Ilmu Kelautan, Indonesian Journal of Marine Sciences. 12(2): 59-66
  28. Suharta. N. 2007. The Characteristic of Soil Developed from Felsic Sediments in West Kalimantan Province and Its Implication to Land Manageme. Indonesian Soil and Climate Journal, (25): 132-150
  29. Taqwa, R. N., dan M. R. Muskananfola. 2014. Studi Hubungan Substrat Dasar dan Kandungan Bahan Organik Dalam Sedimen dengan Kelimpahan Hewan Makrobenthos di Muara Sungai Sayung Kabupaten Demak. Management of Aquatic Resources Journal (Maquares), 3(1): 125-133

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.