KELIMPAHAN LARVA UDANG DI SEKITAR PERAIRAN PT. KAYU LAPIS INDONESIA, KALIWUNGU, KENDAL

Soty Kanwilyanti, - Supriharyono, Agung Suryanto

Abstract


Pembuangan limbah dari pabrik atau industri, pertanian, maupun limbah domestik dari suatu pemukiman penduduk ke dalam badan air suatu perairan dapat menyebabkan terjadinya degradasi kualitas air, dimana terjadi perubahan parameter kualitas air yang dikarenakan adanya pencemaran yang dapat mempengaruhi sifat kimia, fisika, dan biologi perairan yang memiliki potensi mencemari lingkungan perairan dan yang pertama kali merasakan dampak tersebut adalah organisme-organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia air yang berpengaruh terhadap kelimpahan larva udang dan mengetahui jenis-jenis dominan larva udang di sekitar perairan PT. Kayu Lapis Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Mei -Juni  2013). Pengambilan sampel dilakukan dua minggu sekali pada saat pasang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Pengambilan sampel air dilakukan di empat stasiun, stasiun I merupakan stasiun yang mewakili daerah yang dekat dengan tempat pembuangan limbah ke laut. stasiun II merupakan stasiun yang mewakili daerah lalu lalang kapal, dan stasiun III merupakan stasiun yang mewakili daerah log pond (penyimpanan kayu), dan stasiun IV merupakan stasiun yang mewakili daerah yang dekat dengan muara. Pengambilan sampel larva udang dilakukan pada saat air laut pasang dengan alat yang dibuat seperti bongo net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di sekitar PT. Kayu Lapis Indonesia masih termasuk dalam klasifikasi sedang, hal ini dapat dilihat pada hasil pengukuran kualitas air seperti salinitas, suhu, kecerahan, kedalaman, DO, BOD, COD, Nitrit, Amonia, Fenol dan pH yang masih dibawah Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Adapun jenis-jenis larva udang yang di dapat adalah Acetes japonicus, Nematocelis gracilis, Tenagomysis orientalis, Thysanopoda cornuta, Nematocelis atlantica, Neomysis intermedia, Anisomysis ijimai, Neomysis spinosa dan yang mendominasi adalah Acetes japonicus, hal ini dikarenakan faktor lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan larva jenis Acetes japonicus dan mampu bertahan hidup di daerah tropis dan pada perairan dangkal.


Keywords


Larva Udang; Kualitas Air; PT. Kayu Lapis Indonesia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MANAGEMENT OF AQUATIC RESOURCES JOURNAL by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/maquares

 

 

View My Stats