ANALISA SEBARAN TANGKAPAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) BERDASARKAN DATA SATELIT SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN SELAT BALI

Urfan Ridha, Agus Hartoko, Max Rudolf Muskanonfola

Abstract


Sumberdaya ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan sumberdaya perikanan yang paling dominan dan bernilai ekonomis di Selat Bali, sehingga ikan lemuru paling banyak dieksploitasi oleh nelayan yang bermukim di sekitar Selat Bali. Kegiatan penangkapan lemuru tersebut tidak terlepas dari ketepatan dalam penentuan lokasi penangkapan, yang merupakan salah satu aspek penting bagi usaha perikanan karena berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan. Lokasi ikan pelagis kecil seperti lemuru, sangat ditentukan oleh beberapa kondisi perairan termasuk suhu permukaan laut dan kandungan klorofil-a.

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui perkembangan hasil tangkapan ikan Lemuru (S. lemuru), sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a, dan mengetahui korelasi dari variabel suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan Lemuru (S. lemuru) di perairan Selat Bali selama tahun 2012.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data suhu permukaan laut dan klorofil-a dari satelit Aqua MODIS, data titik koordinat daerah penangkapan lemuru, jumlah trip, dan hasil tangkapan lemuru selama tahun 2012. Metode penelitian menggunakan metode eksploratif, yaitu untuk mencari tahu suatu kejadian tertentu atau hubungan antara dua atau lebih variabel, dimana variabel tersebut yaitu suhu permukaan laut dan klorofil-a (independent variable), dan hasil tangkapan lemuru (dependent variable).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan lemuru pada musim barat (1.986 ton) lebih besar daripada musim timur (556 ton), tetapi jumlah trip pada musim barat (1.188) lebih rendah daripada musim timur (1.534). Berdasarkan peta koordinat lokasi penangkapan lemuru tahun 2012 dari 5 sampel kapal menunjukkan jumlah lokasi penangkapan lemuru pada musim barat (19 titik) lebih banyak daripada musim timur (13 titik). Sebaran suhu permukaan laut pada musim barat (27o - 30oC) lebih tinggi daripada musim timur (22o - 28oC) dan kandungan klorofil-a  pada musim barat (0,01 - 0,9 mg/L) lebih rendah daripada musim timur (0,09 - 3,9 mg/L).

Analisa regresi tunggal antara satu independent variable terhadap satu dependent variable menunjukkan nilai koefisien regresi dari kandungan klorofil-a (r = 0,74 - 0,77) lebih berhubungan erat dengan hasil tangkapan lemuru daripada suhu permukaan laut (r = 0,56 - 0,68). Analisa regresi ganda antara dua independent variable terhadap satu dependent variable menunjukkan nilai koefisien regresi (0,814 - 0,831) yang berarti bahwa terdapat hubungan antara suhu permukaan laut dengan kandungan klorofil-a serta terhadap hasil tangkapan lemuru. Hubungan tersebut yaitu dipengaruhi kuat oleh proses upwelling di perairan Selat bali, karena proses upwelling menyebabkan peningkatan kandungan klorofil-a dan menurunkan suhu permukaan laut.


Keywords


Ikan Lemuru; Data Satelit; Suhu Permukaan Laut; Klorofil-a; Selat Bali

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MANAGEMENT OF AQUATIC RESOURCES JOURNAL by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/maquares

 

 

View My Stats